INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Sudahkah Kalian Mencintai Pasangan Karena Allah SWT?

05 October, 2020 13:22 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Sudahkah Kalian Mencintai Pasangan Karena Allah SWT?

foto : istimewa

Cinta merupakan fitrah atau Anugrah yang Allah SWT berikan kepada setiap hambanya, setiap makhluk hidup berhak untuk mencintai dan di cintai. Cinta adalah perasaan suci yang lahir dari dalam hati manusia, baik itu cinta kepada lawan jenis, sesama mahluk-Nya dan yang pasti cinta manusia pada Sang Pencipta.

 

Banyak manusia yang menyalahgunakan cinta, seperti mencintai pasangannya karena nafsu, karena fisiknya yang luarbiasa, bahkan ada pula yang mencintai hanya karena ingin hartanya saja.

 

Setiap manusia yang mengalami proses tersebut hampir pasti diakhiri dengan adanya nafsu, maka Allah memerintahkan umatnya untuk menjaga pandangan, menjaga hati dan menjaga badannya dari hal-hal yang mendatangkan nafsu syahwat. Menikah adalah satu-satunya jalan yang Allah ridoi untuk mengatasi nafsu syahwat kita.

 

Sebetulnya ada yang lebih bahaya dan lebih sulit untuk dikendalikan dalam masalah perzinaan yaitu zina hati. Allah menciptakan hati itu hanya untuk mengingat Allah tidak boleh hati itu untuk mengingat sesuatu selain Allah. Jika kita memikirkan orang tua itu adalah karena perintah Allah, jika kita memikirkan sekolah, itu adalah karena perintah Allah, jika kita memikirkan rezeki itu adalah karena Allah memerintahkannya untuk menjemput rezeki dan karunia-Nya. Jadi ketika kita memikirkan sesuatu tidak boleh sesuatu itu didasarkan karena popularitas, uang, pujian dan nafsu yang tanpa alasan Syar’i.

 

Ibnu Taimyah berkata, “Jika seseorang memikirkan sesuatu hingga membuatnya lupa pada Allah maka seakan-akan ia telah memiliki Tuhan yang baru.”

 

Ada satu artikel tentang bagaimana cara kita mencintai orang yang belum halal bagi kita. Caranya adalah dengan mencintainya dalam diam. Sebagaimana kita berbincang dan bercinta denganNya.Yang dilakukan dengan diam. Lewat hening malam hingga dapat menyentuh kebeningan. Cintai dia dalam diam. Dalam setiap kalam cinta yang tak pernah bisa dilukiskan. Jaga hati, dengan diam. Karena diam adalah bukti kecintaan kita padanya. Memuliakannya, tidak mengajaknya menuruti nafsu syetan. Dan tak pernah berusaha untuk menjadi cinta yang utama baginya. Karena cinta-Nya berada jauh di atas semua itu. Kita semua sama-sama mencintaiNya, bukan?

 

Masih ingat tentang kisah Fatimah dan Ali? Keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan. Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah. Karena dalam diam itulah tersimpan kekuatan, kekuatan akan sebuah harapan. Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cinta dalam diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata. Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya?

 

Karena diam adalah cara mencintai karenaNya, berharap hal itu lebih memelihara kesucian hati kita dan hatinya setelahnya. Dan jika memang mencintainya dalam diam itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam. Jika diam memang bukan milikmu, Allah akan menghapus ‘cinta dalam diam’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat. Seiring berlalunya waktu, biarkan mencintai dalam diammu menjadi memori tersendiri di sudut hati ini, menjadi rahasia antara aku dengan Sang Pemilik hati.

 

Kita belajar mencintainya dalam diam dengan keimanan. Berharap agar dapat menjaga rasa malu kita dan memelihara kesucian hatinya. Inilah cara mencintai karenaNya, diam dan tak pernah terucap. Hingga di ujung lidah yang lunak bahkan tak pernah terlukiskan oleh aktifitas yang dapat engkau lihat. Berharap menjadi Fatimah yang tak pernah sekalipun mengungkapkan. Dan membawamu menjadi Ali Bin Abi Thalib yang tak pernah sekalipun mengecewakan apalagi menduakan.

 

Begitulah seharusnya kita mencintai lawanjenis, tanpa membuat kita dan dia yang kita suka menjadi penikmat dosa.

 

Terakhir, untuk kita semua. Sukailah sesuatu karena Allah, gemari sesuatu karena Allah, Mencintailah hanya karena Allah,  menikahlah hanya untuk mendapat rido Allah. Libatkan Allah dalam setiap apa yang ada dalam hati kita.

 

(JOB-04/MSN)



You can share this post !