INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Pemuda Tiktok Penista Agama Menyesal, Motif: Hanya Untuk Tambah Followers

05 October, 2020 18:18 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Pemuda Tiktok Penista Agama Menyesal, Motif: Hanya Untuk Tambah Followers

Foto : Masnurdiansyah/ Doc. Inspira TV

BANDUNG INSPIRA.TV,- Pemilik akun tiktok bernama lengkap Kenneth William melalui akunnya bernama @kenwilboy, menyesal dan meminta maaf atas kegaduhan yang dibuatnya sendiri. Konten video yang dibuatnya telah menyinggung tempat ibadah umat Islam.

 

"Saya Kenneth William, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat islam dan kepada Persis, dan kepada semua orang yang tersinggung oleh konten saya tersebut di tiktok kemarin, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata Kenneth, saat dihadirkan di Mapolrestabes Bandung, dengan menggunakan baju tahanan, Senin (5/10/2020).

 

Kenneth yang saat ini berstatus sebagai tahanan, mengaku khilaf atas konten video tiktok, yang diunggahnya kemarin. Ia menegaskan tidak ada yang menyuruhnya untuk membuat konten tersebut.

 

"Saya cuman khilaf, iseng, maaf. Enggak ada (yang nyuruh), sama sekali enggak. Hanya iseng. Padahal saya tuh tidak punya mimpi seperti ini. Saya paham banget saya bersalah dan menyinggung banyak orang. Padahal tuh saya punya mimpi dari dulu, saya pengen suatu saat bisa bukan terkenal dengan cara yang seperti ini tapi dengan yang mengharumkan bangsa," ucapnya.

 

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dapat disimpulkan jika motif pelaku hanya untuk menambahkan followers pada akun media sosial pelaku.

 

"Motifnya hanya untuk tambah followers. Dia memang sudah merencanakan pembuatan konten video tersebut," kata Ulung.

 

Ulung mengatakan latarbelakang musik DJ, yang ada dalam video yang di buat pelaku juga telah terbukti hasil editan. Dalam kasus ini penyidik kepolisian terapkan pasal ITE terhadap pelaku yang kesehariannya diketahui sebagai salah satu mahasiswa di Kota Bandung.

 

"Yang kita terapkan yakni pasal 45 A ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Ancaman pidananya maksimal 6 tahun," pungkasnya. (MSN)

You can share this post !