INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Mikrofon Mati Saat Demokrat Suarakan Tolak RUU Ciptaker, Irwan: Saya Bicara Hanya 2 Menit!

07 October, 2020 11:50 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Mikrofon Mati Saat Demokrat Suarakan Tolak RUU Ciptaker, Irwan: Saya Bicara Hanya 2 Menit!

Foto: DPR RI

JAKARTA INSPIRA.TV,-  Insiden mikrofon mati saat anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) Irwan menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020) sempat viral di media sosial.


Insiden ini terjadi sebelum Anggota DPR Komisi III Benny K. Hermawan menyatakan Walk Out (WO) dari sidang tersebut.


Saat itu Irwan menegaskan kembali sikap Partai Demokrat yang menolak RUU Cipta Kerja dan meminta menunda pembahasan terkait pengambilan keputusan. Namun sebelum selesai berbicara, mikrofon sudah dimatikan.


Mengenai hal ini pihak DPR RI yang diwakili Sekrertaris Jendral DPR RI Indra Iskandar memberikan klarifikasi bahwa mikrofon yang dimatikan bertujuan untuk menjaga ketertiban rapat atau sidang.


“Mikrofon di ruang rapat paripurna DPR RI sudah diatur otomatis mati setelah lima menit digunakan. Hal ini dilakukan agar masing-masing anggota memiliki waktu bicara yang sama dan supaya rapat berjalan efektif serta terukur dari sisi waktu dan substansi. Supaya tidak ada tabrakan audio yang membuat hang, maka perlu diatur lalu lintas pembicaraan,” jelas Indra kepada wartawan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).


Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin yang memimpin rapat paripurna, menanggapi mengenai insiden ini. Azis membantah bila mikrofon sengaja dimatikan.


“Kalau miknya mati itu didalam tatib setiap lima menit otomatis mati. Diatur di dalam tata tertib disahkan dalam rapat paripurna tanggal 2 April 2020,” kata Azis di Kompleks Perlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020).


Namun Irwan mengaku hanya berbicara selam dua menit. Hal ini diungkapkan melalui akun Twitter pribadinya @irwan_fecho.


“Saya hanya berbicara 2 menit. Jadi, kalau ada yang bilang mic saya mati karena otomatis setelah lima menit (berbicara) itu ngarang bebas,” kata Irawan di laman  Twitternya, Senin (6/10/2020).


Irwan mengaku kecewa kepada pimpinan DPR yang mematikan mikrofon, saat dirinya menyampaikan pendapat terkait RUU Cipta Kerja. Dia merasa ini upaya menghalangi tugasnya dalam menjalankan fungsi legislatif.


“Saya sangat kecewa dan sedih karena apa?, aspirasi rakyat diluar sana yang ingin saya sampaikan secara jernih dan tuntas, tidak bisa tersampaikan secara jelas dan tegas. Karena disamping sering dipotog oleh pimpinan sidang, juga mikrofon saya dimatikan,” ujar Irwan kepada watawan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).


Irwan berharap kedepan kualitas demokrasi di Indonesia terus membaik dan tidak adalagi insiden seperti sidang paripurna ini.


Sementara itu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  menyampaikan melalui keterangan tertulis pada Senin, (5/10/2020) mengenai permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia, khusnya pada buruh dan pekerja. Hal ini karena partainya belum memiliki cukup suara untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, dalam hal ini menolak RUU Cipta Kerja.


Agus menyampaikan bahwa Fraksi Partai Demokrat (FPD) tetap memutuskan menolak RUU Cipta Kerja setelah mempertimbangkan beberapa faktor.(JOB-01/MSN)



You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN