INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Fakta Sebenarnya Soal 13 Poin UU Omnibus Law yang Beredar di Medsos

07 October, 2020 18:04 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV -  Fakta Sebenarnya  Soal 13 Poin UU Omnibus Law yang Beredar di Medsos

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA.TV,- Pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang menjadi masalah hangat sekarang menimbulkan gejolak panas di masyarakat. Tidak hanya menuai protes, namun juga diikuti berbagai informasi yang menyebar di media sosial.

 

Banyak akun –akun di media sosial yang menayangkan klaim dari 13 poin isi UU Cipta Kerja. Dua di antaranya yakni soal uang pesangon dihilangkan dan penghapusan upah minimum.

 

Tim Inspira.TV pun mencoba menelusuri dan melihat poin-poin yang menjadi kontroversi. Dari hasil penelusuran sebagian besar dari 13 poin yang diedarkan di media sosial tersebut tidak benar, ada beberapa poin yang perlu diluruskan.

 

Akibatnya banyak perspektif muncul, ada yang mengungkapkan bahwa itu adalah bentuk oligarki rezim, ada pula titik akhir kematian hati nurani DPR RI. Akibatnya para buruh merasa sakit hati, karena poin – poin itu dinilai merugikan mereka.

 

Akhirnya DPR RI pun mengklarifikasi melalui akun resmi instagramnya @dpr_ri. Dalam klarifikasi tersebut, dijelaskan bahwa di masyarakat beredar 12 alasan buruh menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Namun demikian, 12 poin tersebut ternyata tidak benar.

 

Nah, berikut fakta yang perlu diklarifikasi:

 

1. Benarkah uang pesangon dihilangkan?

Faktanya: Uang pesangon tetap ada. Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang pesangon/atau uang penghargaan masa kerja.

 

2. Benarkah UMP, UMK, UMSP dihapus?

Faktanya: Upah Minimum Regional (UMR) tetap ada.

 

3. Benarkah Upah buruh diitung per jam?

Faktanya: Tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang, upah bisa dihitung berdasarkan waktu atau berdasarkan hasil.

 

4. Benarkah semua hak cuti (cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan) dihilangkan bahkan tidak ada kompensasi?

Faktanya: ternyata hak cuti yang disebutkan di atas masih tetap ada

 

5. Benarkah Outsorcing diganti dengan kontrak seumur hidup?

Faktanya: Outsorcing ke perusahaan alih daya tetap dimungkinkan. Pekerja menjadi karyawan dari prusahaan alih daya.

 

6. Benarkah tidak akan ada status karyawan tetap?

Faktanya: Status karyawan tetap masih ada.

 

7. Apakah Perusahaan bisa memPHK kapanpun secara sepihak?

Faktanya: Perusahaan tidak bisa mem-PHK secara sepihak.

 

8. Benarkah jaminan sosial dan kesejahteraan lainnya hilang?

Faktanya: Jaminan sosial tetap ada.

 

9. Benarkah semua karyawan berstatus tenaga kerja harian?

Faktanya: Status karyawan tetap masih ada.

 

10. Benarkah tenaga kerja asing bebas masuk?

Faktanya: Tenaga kerja asing tidak bebas masuk, harus memenuhi syarat dan peraturan.

 

11. Benarkah buruh dilarang protes dan ancamannya PHK?

Faktanya: Tidak ada larangan protes.

 

12.Benarkah libur hari raya hanya pada tanggal merah dan tidak ada penambahan cuti?

Faktanya: Sejak dulu penambahan libur di luar tanggal merah tidak di atur undang-undang tapi kebiajakn pemerintah.

 

Kesimpulannya, poin-poin yang tersebar di media sosial semuanya tidak tepat. (MSN)

You can share this post !