INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Siang Ini Ribuan Buruh Kembali Menggelar Aksi di Gedung Sate Kota Bandung

08 October, 2020 12:05 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Siang Ini Ribuan Buruh Kembali Menggelar Aksi di Gedung Sate Kota Bandung

foto : Istimewa

BANDUNG INSPIRA.TV.-Sekitar 10.000 elemen buruh akan berkumpul dan menggelar aksi unjuk rasa kembali dengan menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020).

 

Dihari kedua aksi 10 ribu massa tersebut berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang dan Cianjur. Mereka memulai dari titik masing-masing dan long march menuju titik kumpul utama di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Provinsi Jawa Barat, Roy Jinto mengatakan, tuntutan dari para buruh masih sama dengan aksi kemarin yaitu menuntut Gubernur Ridwan Kamil, menyampaikan pesan kepada Pemerintah Pusat agar mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) guna membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja.

 

Dikutip dalam wawancara di radio PRFM 107,5 Roy menjelaskan berikut dalam wawancaranya

 

"Tuntutannya sama, meminta Gubernur untuk memberikan dukungan, kepada pemerinah pusat agar mengeluarkan Perppu tentang pembatalan omnibus law yang sudah disahkan Senin kemarin," ujar Roy saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Kamis 8 Oktober 2020.

 

Roy menjelaskan, elemen buruh akan berunjuk rasa mulai pukul 11.00 hingga maksimal 18.00 WIB sesuai aturan pemerintah. Ia berharap sebelum pukul 18.00 massa aksi sudah bisa membubarkan diri seperti hari kemarin.

 

"Mulai pukul 11 hingga maksimal pukul 6 sore, mudah-mudahan sebelum jam 6 sore kita sudah selesai dan sudah membubarkan diri seperti dua hari kemarin, jam 5 sudah bubar semuanya," ujarnya.

 

Demo penolakan UU Cipta Kerja dari kalangan buruh tidak akan berakhir hari ini. Namun selepas hari ini, mereka akan melakukan evaluasi untuk mempersiapkan langkah selanjutnya pada pekan depan dengan aksi yang difokuskan kepada pemerintah pusat.

 

Terkait Judicial Review, Roy memastikan buruh nanti tetap menempuh jalur mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi. Namun apa yang dilakukan buruh dengan demo besar-besaran ini sebagai bentuk perlawan atas kebijakan pemerintah mengesahkan secara mendadak.

 

"Langkah Judicial Review itu akan kita ambil, cuma dalam kondisi saat ini karena disahkan secara mendadak, tentu kita meminta kebijakan politk pemerintah menunda atau membatalkan UU ini," pungkasnya. (JOB-04/MSN)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN