INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

RK Temui Massa Tolak Omnibus Law Massa

08 October, 2020 20:11 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - RK Temui Massa Tolak Omnibus Law Massa

Foto: Pemprov Jabar

BANDUNG INSPIRA.TV,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Pangdam/III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budy Waryanto menemui massa gabungan serikat pekerja di Jawa Barat di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020).


Sebelumnya Pemprov Jabar sudah menerima perwakilan dari serikat buruh yang menyampaikan atas pasal-pasal di klauster ketenagakerjaan UU Cipta kerja atau Omnibus Law yang dianggap merugikan buruh.


“Tadi saya menerima aspirasi dari perwakilan buruh ada sepuluh orang, nah bagaimanapun kondusivitas dan aspirasi itu harus kami dengarkan secara seksama dan baik-baik,” ujar Emil.


Dalam pertemuan itu Emil menyampaikan akan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan DPR RI, dengan lampiran aspirasi dari buruh Jawa barat. Isi surat ini yaitu Menolak UU Omnibus Law dan meminta Presiden Republik Indonesia menandatangani Perpu pengganti UU tersebut. Rencananya surat ini akan dikirimkan oleh Pemprov Jabar kepada kedua pihak tersebut pada Jumat (9/10/2020).


“Saya sudah menandatangani surat pernyataan dari poin-poin aspirasi yang disampaikan buruh. Isinya, satu menolak dengan tegas Omnibus Law, dan kedua meminta Bapak presiden untuk minimal menerbitkan Perpu, karena proses UU ini masih ada 30 hariuntuk direvisi dan ditanda tangani oleh presiden,” jelas Emil.


Setelah menyampaikan pernyattaan tersebut, Ridwan kamil berpesan kepada massa unjuk rasa untuk tetap tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Dia juga menyampaikan agar tidak mengabaikan protokol kesehatan.


“Saya menghimbau agar semua pihak menahan diri untuk tetap tertib dan jauhi sikap yang mengabaikan protokol Covid-19 selama unjuk rasa,” ujar Emil.


Hingga saat ini mahasiswa dan buruh berdemonstrasi dibeberapa kota di Indonesia secara serempak. Hal ini agar pemerintah menerbitkan Perpu pembatalan UU Cipta Kerja.


Bahkan aksi unjuk rasa pada Rabu (7/10/2020) diwarnai kericuhan antara massa aksi dengan pihak kepolisian di depan Gedung DPR Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Hal ini diduga karena ada massa aksi yang anarkis yang berpakaian hitam-hitam.


Pihak Buruh jabar menyatakan bahwa mereka selalu menyampaikan aspirasi dengan damai dan tidak anarkis. Mereka tidak bertanggung jawab jika ada pihak-pihak lain yang menunggangi melalui cara-cara kekerasan. (JOB-01/HAP)

You can share this post !