INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Petugas Polda Jabar Disekap dan Dianiaya, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

12 October, 2020 12:30 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Petugas Polda Jabar Disekap dan Dianiaya, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

Foto : Masnurdiansyah / Doc Inspira TV

BANDUNG INSPIRA.TV,-  Polda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) telah menetapkan sebanyak tujuh orang tersangka massa aksi yang melakukan penganiayan terhadap seorang anggota Polri yang bertugas di Polda Jawa Barat.

 

Insiden penganiayaan itu terjadi ketika unjukrasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

 

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, mengatakan, dari tujuh tersangka, ada tiga orang berinisial DR, DH, dan CH yang dilakukan penahan di Polda Jawa Barat. Sementara satu lainnya ditahan di Polres Karawang. Sisanya tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar.

 

"Adapun tersangka tersebut melakukan penganiayaan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas pengamanan," kata Erdi di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

 

Erdi melanjutkan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis 8 Oktober 2020 di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung.  Dari penuturan Erdi, pada saat itu seorang anggota kepolisian disekap oleh sekelompok massa lalu dilakukan penganiayaan oleh para tersangka.

 

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu," jelasnya.

 

Akibatnya, aparat polisi itu mengalami luka di bagian kepala. Hingga kini masih dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Kota Bandung.

 

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan pihaknya masih mendalami motif para tersangka yang melakukan penganiayaan itu.

 

Lalu menurutnya tempat kejadian perkara yang berada di Jalan Sultan Agung itu merupakan posko relawan kesehatan dan logistik yang disiapkan untuk kegiatan unjuk rasa. Namun ia tidak menyebut identitas penyelenggara posko relawan itu.

 

"Mungkin (motifnya) karena kesal dan segala macam, tapi faktanya ketika anggota mau keluar, itu pintunya ditutup dilakukan penganiayaan," katanya. 

 

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (MSN)

You can share this post !