INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Kedubes RI di Arab Saudi Sebut HRS Masih ‘Blinking Merah’

14 October, 2020 13:19 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Kedubes RI di Arab Saudi Sebut HRS Masih ‘Blinking Merah’

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA.TV,-  Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, membantah kalau pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, telah bebas cekal dari pemerintah Arab Saudi.

 

Berdasarkan sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi (KSA) , Rizieq masih memiliki 'blinking merah' atau belum bisa keluar dari negara itu.

 

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah'," ujar Agus, Rabu (14/10/2020).

 

"Blinking merah= belum bisa ke luar Saudi," tegas Agus.

 

Dalam sistem portal imigrasi itu, kata Agus dijelaskan alasan Rizieq masih berstatus 'blinking merah'. Antara lain karena visa habis serta melanggar undang-undang.

 

"Dengan tulisan 'ta'syirat mutanahiyah' (visa habis) dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU). Bentuk pelanggaran: mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan). Ada juga kolom 'ma'lumat al-mukhalif' (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis 'Surah al-Mukhalif' foto pelanggar," papar Agus.

 

Menurut Agus, Arab Saudi tak pernah mendiskriminasi warga negara asing (WNA) terkait denda dan hukuman bagi pelanggar keimigrasian. Karena, sudah ada sistem baku yang mengatur hal itu.

 

"Mulai punishment denda dan deportasi (tarhil) serta di-backlist tidak bisa masuk Arab Saudi. Pengalaman 5 tahun bertugas sebagai pelayan WNI di Arab Saudi, kebiasaan penyelesaian WNI yang overstaydan pelanggaran keimigrasian harus melalui proses pengambilan 'biometrik' di kantor-kantor tarhil (deportasi) Arab Saudi. Setelah itu baru diterbitkan 'Exit Permit' izin keluar dengan status DEPORTAN. Gate kepulangan untuk deportan ini juga tidak melalui gate konvensional," beber Agus.

 

Rizieq diketahui dicekal oleh pemerintah Arab Saudi, karena diduga melanggar aturan keimigrasian. Menurut Agus, hanya pemerintah Arab Saudi yang bisa menjawab cekal terhadap Rizieq, bukan pemerintah RI.

 

"Karena KSA-lah yang paling tahu pelanggaran apa saja yang dilakukan oleh MRS. Pemerintah Indonesia tidak pernah menghalang-halangi kepulangan MRS," tandasnya. (MSN)

You can share this post !