INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Asuransi Syariah, Tanam Sekarang, Tuai Masa Mendatang

14 October, 2020 22:07 WIB | INSPIRA HALAL

Inspira TV - Asuransi Syariah, Tanam Sekarang, Tuai Masa Mendatang

Foto: Free Images Pixabay

Setiap insan yang bernyawa pasti pernah mengalami sakit entah berat maupun ringan. Tak jarang biaya pengobatan membuat kita merogoh kocek sangat dalam. Jika biaya sepenuhnya ditanggung oleh kita tentu akan sangat memberatkan. Sakit pun terkadang menuntun insan untuk menutup mata selama-lamanya. Keluarga dan sanak saudara pasti bersedih namun itulah kehidupan. Ada pertemuan dan ada perpisahan. Inilah hukum alam yang mutlak. Tak ada yang tahu kapan dan dimana waktu kematian. Oleh karena itu, kita membutuhkan proteksi untuk masa mendatang seperti asuransi. Mulai menanam dari sekarang namun tuai untuk masa depan.



Keluarga Indonesia perlu tahu mengenai asuransi. Banyak orang yang masih menyepelekan asuransi tanpa mengetahui manfaat sebenarnya. Asuransi memang tak serta merta terlihat dampaknya, namun jangan salah asuransi sangat penting untuk perlindungan saat peristiwa tak terduga datang. Asuransi terdiri dari banyak produk, salah satunya produk asuransi jiwa syariah yang sangat berbeda dengan asuransi konvensional. Syariah sudah tentu terkait dengan aturan dalam Islam. Asuransi jiwa syariah diawasi oleh Dewan Syariah untuk menghadapi risiko tertentu. Adanya pengawas menjadi hal yang wajib dalam asuransi syariah karena untuk memastikan perusahaan asuransi menerapkan prinsip syariah.



Asuransi jiwa syariah pun menerapkan sistem tolong-menolong dalam bentuk dana terbarru yang artinya kumpulan dana atau iuran dari para peserta asuransi untuk saling bantu bila terjadi risiko antar peserta asuransi. Asuransi ini menggunakan konsep risk sharing artinya risiko dialihkan atau dibebankan kepada perusahaan dan peserta asuransi. Perusahaan asuransi hanya berperan sebagai pengelola operasional dan investasi dari dana yang diterima, dengan kata lain dana asuransi adalah milik bersama. Pembagian dana juga sudah dijelaskan di awal sehingga lebih transparan.



Sedangkan dalam asuransi konvensional, para peserta membayar sejumlah premi untuk proteksi yang didapatkan dari asuransi pilihannya dan yang pasti tidak menggunakan prinsip syariah. Akad dalam asuransi ini pun cenderung sama dengan perjanjian jual beli. Selain itu, premi yang telah dibayarkan menjadi milik perusahaan sehingga perusahaan berhak mengelola dan mengalokasikan dana tersebut.



Dalam asuransi jiwa syariah, Selain dana tabarru terdapat pula istilah lain di antaranya akad atau kontrak yang berarti serah terima sesuai syariat, hibah atau pemberian sukarela, ijab atau pernyataan pihak pertama dalam akad, dan sebagainya. Tak ada dana hangus dalam asuransi jiwa syariah karena menganggap dana adalah titipan (wadiah). Dana akan dikembalikan dari rekening peserta yang telah dipisahkan dari dana tabarru.



Pada dasarnya setiap asuransi memiliki kelebihan masing-masing, namun yang halal sudah pasti menghindari kita dari riba dan hal haram lainnya dalam Islam. Resiko pun tak ditanggung seorang diri. Banyak keuntungan yang diperoleh dari asuransi jiwa syariah. Saat terjadi musibah, sudah ada asuransi halal yang meringankan beban keluarga Indonesia. Mari mulai proteksikan diri dan keluarga untuk masa depan mulai dari sekarang!!


(JOB-01/MSN)


You can share this post !