INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Mahfud MD Bilang Biang Rusuh Demo UU Omnibus Law Akan Terus Ditangkap

15 October, 2020 11:41 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Mahfud MD Bilang Biang Rusuh Demo UU Omnibus Law Akan Terus Ditangkap

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA.TV,- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menyatakan pihak yang menjadi biangkeladi dan menunggangi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja berujung ricuh akan terus diburu dan ditangkap.

 

Ia menyatakan aparat keamanan sudah memiliki informasi dari intelijen terkait hal itu.

 

“(Pemerintah dapat) informasi intelijen. Kita sudah punya siapa bertemu siapa, ngomong apa, di mana, itu ada. Dan sekarang mulai ditangkap-tangkap, dan masih akan berlanjut,” kata Mahfud, Kamis (15/10/2020).

 

Mahfud mengaku sudah menginstruksikan kepada kepolisian untuk menindak pihak-pihak yang diduga menjadi dalang kerusuhan dalam aksi unjukrasa yang terjadi saat ini. Dirinya juga menegaskan kali ini tidak ada lagi kompromi politik kepada para pelaku tersebut.

 

“Nanti biar dilihat publik buktinya apa,” tuturnya.

 

Mahfud mengaku pemerintah dan aparat sudah mengantongi bukti-bukti soal aktor intelektual yang membuat demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja menjadi ricuh.

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga mengatakan bahwa salah satu aktor intelektual itu dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

 

Hal itu dikatakan Mahfud saat pembawa acara Najwa Shihab mengonfirmasi soal keterlibatan KAMI sebagai salah satu aktor intelektual kerusuhan di sejumlah aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

 

“Yang jelas kan, aparat kepolisian sudah menangkap sejumlah aktivis KAMI, dan disebutkan, sangkaannya itu ujaran kebencian, penghasutan yang terkait demo yang menentang Cipta Kerja yang berakhir ricuh, jadi ketika Anda di awal menyebutkan pemerintah akan memproses hukum, ini salah satunya?” tanya Najwa.

 

“Iya, kan sudah sejak awal. Sebelum, demo itu sendiri kita sudah punya data-data, siapa bicara apa, instruksi apa, rencana apa, itu gunanya intelijen. Intelijen itu di setiap negara ada dan sah secara hukum,” jawab Mahfud.

 

Sebelumnya, Polri menangkap delapan orang yang terafiliasi dengan KAMI. Ada 4 orang yang ditangkap di Medan dan 4 lainnya di Jakarta.

 

Dari delapan orang itu, tiga di antaranya anggota Komite Eksekutif KAMI, yakni Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. (MSN)

You can share this post !