INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Pasca Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Hektar Pertanian di Garut Selatan Gagal Panen

15 October, 2020 17:41 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Pasca Diterjang Banjir Bandang, Ratusan Hektar Pertanian di Garut Selatan Gagal Panen

Foto : Istimewa/ Tangkapan layar video viral

GARUT INSPIRA.TV,-  Ratusan hektare lahan pertanian di tiga kecamatan yang berada di wilayah Garut Selatan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terancam gagal panen setelah diterjang banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (12/10/2020) kemarin.

 

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Beni Yoga Guna Santika, menyebutkan, sedikitnya ada 625 hektar lahan pertanian yang terancam gagal panen. Ratusan hektare lahan pertanian tersebut berada di Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet.

 

Padahal tanaman padi di ketiga kecamatan itu sudah siap panen.

 

"Sudah tertanam, ada yang siap panen. Ada yang 70 hari sampai 90 hari. Dan itu sudah tidak bisa diselamatkan lagi," ujarnya, Kamis(15/10/2020).

 

Beni menyebutkan, selain tanaman padi, jaringan teknis pertanian juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang tersebut.  Yang paling besar mengalami kerusakan adalah di Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong. 

 

"Kalau misalkan sekarang potensi produksi di sini 5 ton per hektare, hampir 3 ribu ton yang gagal panennya," ucapnya.

 

Beni mencontohkan, jika 1 ton ongkos produksinya sebesar Rp 80 ribu, maka kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang tersebut mencapai hingga sebesar Rp 1,8 miliar. Dirinya mengaku, pihaknya akan menggelontorkan dana untuk membantu para petani.

 

"Kita sudah ajukan untuk bantuan benih. Sekarang perbaikan titik irigasi. Lalu ada padat karya untuk perbaikan sawah," katanya.

 

Beni menambahkan, terkait rehabilitasi lahan pertanian, belum diakumulasikan karena ada di beberapa titik. Hingga saat ini proses pendataan masih berjalan. Pihaknya akan segera melaporkan data tersebut ke BPBD dan nantinya kelompok tani yang akan mengerjakan.

 

"Sudah dilaporkan dan sekarang data masih berjalan. Capaian produksi beras tidak besar. Untuk pemenuhan, sementara akan dipasok dari wilayah utara dan tengah (Garut)," ucapnya. (MSN)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN