INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Dua Majelis Hakim Berhalangan Hadir, Sidang Vonis Sunda Empire Ditunda

26 October, 2020 14:33 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Dua Majelis Hakim Berhalangan Hadir, Sidang Vonis Sunda Empire Ditunda

Foto: Boby Roska/ Doc Inspira TV

BANDUNG INSPIRA.TV,- ​Sidang lanjutan vonis bagi ketiga terdakwa kasus kerajaan fiktif Sunda Empire yakni Nasri Bank, Ratna Ningrum, dan Rangga Sasana terpaksa ditunda oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Kota Bandung. Penundaan tersebut karena dua Majelis Hakim berhalangan hadir.


Kuasa Hukum terdakwa, Erwin, mengaku kecewa atas penundaan ini, pasalnya pihaknya sudah mempersiapkan nota pembelaan.

 

“Ya dengan izinnya hakim kan tidak tercatat dalam administratif, sementara kita patokannya pada sistem. Ya mau bagaimana lagi,” ujar Erwin.


Erwin menambahkan, pledoi atau nota pembelaan sudah disampaikan dihadapan majelis melalui penasehat hukum.

 

“Kemarin memang pledoi atau nota pembelaan sudah disampaikan, tapi Pak Rangga (salah satu terdakwa) berniat akan menyampaikan secara lisan. Sedangkan pak Nasri dan bu Ratna sudah menyampaikan namun dokumennya ada yang kurang,” katanya.

 

Dengan adanya penundaan pembacaan vonis tersebut, tim kuasa hukum para terdakwa akan memanfaatkannya semaksimal mungkin, untuk melengkapi berkas yang harus dipenuhi.

 

“Ada waktu untuk kami melengkapi berkas, dengan tujuan jika para terdakwa tidak puas maka dokumen tersebut bisa menjadi pertimbangan dalam upaya hukum selanjutnya,” jelasnya.

 

Sementara itu, terkait enundaan vonis ini, salah seorang majelis hakim Mangapul Girsang di ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, membacakan informasi penundaan itu dihadapan Jaksa dan pengacara.

 

Menurut Mangapul, sidang ditunda lantaran ada dua hakim yang berhalangan hadir. Keduanya yakni Ketua Majelis Hakim dan satu anggota hakim.


"Karena Ketua Majelis ada tugas dinas yang tidak bisa ditunda, harus ke Bekasi dan kemudian satu orang hakim anggota hingga hari ini masih menjalani cuti," katanya.

 

Seperti diketahui, Sunda Empire sendiri menghebohkan publik beberapa waktu ke belakang. Berbagai informasi dan klaim yang dianggap diluar nalar dan logika kelompok itu dinilai sebagai bentuk berita bohong yang membuat keonaran di tengah masyarakat. Ketiga petinggi Sunda Empire itu sudah dituntut empat tahun penjara atas penyebaran berita bohong dan membuat keonaran. (BOB/HAP)

You can share this post !