INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Polda Jabar Gagalkan Peredaran Narkoba, 10,9 Kg Sabu Diamankan

11 November, 2020 14:18 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Polda Jabar Gagalkan Peredaran Narkoba, 10,9 Kg Sabu Diamankan

Foto: Masnurdiansyah/Inspira TV

BANDUNG INSPIRA.TV,-  Dua orang pelaku berinisial AHD dan OM diamankan oleh polisi atas tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Mereka diamankan pada Sabtu (7/11) lalu di wilayah Gerbang Tol Cikampek, Kabupaten Karawang. 


Pengungkapan itu polisi turut mengamankan barang bukti berupa 10,9 kilogram narkotika jenis sabu.


Dir Resnarkoba Polda Jabar, Kombes Rudy Ahmad Sudrajat, menjelaskan, pengungkapan itu bermula ketika polisi menerima informasi pengiriman narkoba jenis sabu dari wilayah Pekanbaru melalui jalur laut. Dari informasi yang diterima, barang terlarang itu bakal diantar oleh para pelaku ke Madura.


Lalu, menurut Rudy, polisi yang dipimpin oleh Kasubdit 2 Ditresnarkoba AKBP Herryanto melakukan penyelidikan dan mengikuti pergerakan kendaraan hingga memasuki ruas jalan tol di wilayah Jabar. Setelah berada di wilayah Karawang, polisi mencegat kendaraan dan dilakukan penggeledahan pada para pelaku.


"Di Karawang pada saat itu Kasubdit 2 berkoordinasi dengan PJR Polda Jabar melakukan pencegatan pada saat truk itu masuk ke pintu Tol Cikampek utama," kata dia, Rabu (11/11/2020).


Polisi kemudian menemukan barang bukti sabu tersebut di ban serep truk. Barang itu dikemas ke dalam sepuluh bungkus plastik alumunium warna hijau lalu dilapisi lagi dengan lakban berwarna cokelat. Adapun sabu tersebut berasal dari China.


"Dilakukan penggeledahan setelah itu diamankan para pelaku," ucap dia.


Rudy mengatakan, dua pelaku dalam peredaran narkoba itu berperan sebagai kurir. Untuk satu kali mengantar, satu bungkus sabu dihargai Rp 50 juta. Dengan begitu, dua pelaku total mendapat uang senilai Rp 500 juta. Adapun uang itu diduga bakal diedarkan ke wilayah Jatim.


"Untuk satu bungkus satu orang dapat Rp 50 juta. Kalau sepuluh jadi Rp 500 juta," terang dia.


Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengaku baru satu kali mengantarkan barang. Kini, polisi masih melakukan pengembangan atas kasus itu. Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) dengan hukuman maksimal pidana mati. (MSN)

You can share this post !