INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Puluhan Kepsek Dilaporkan Orang Tua Murid ke Ombudsman Jabar Akibat Tahan Ijazah Siswa

12 November, 2020 13:46 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Puluhan Kepsek Dilaporkan Orang Tua Murid ke Ombudsman Jabar Akibat Tahan Ijazah Siswa

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA.TV,-  Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dan orang tua murid kompak mendatangi Kantor Ombudsman Jawa Barat. Mereka mengadukan puluhan kepala sekolah negeri dan swasta di Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Garut karena telah menahan ijazah murid setingkat SMP, SMA hingga SMK.

 

Ketua FMPP, Illa Setiawati, mengatakan ijazah murid itu ditahan sebab menunggak bayaran meski berstatus sebagai siswa yang Rawan Melanjutkan Pendidikan atau RMP. Mereka diminta untuk membayar dengan alasan anggaran pemerintah belum dicairkan. Berdasar data yang diterimanya, tercatat ada murid yang sejak tahun 2015 masih belum menerima ijazah.

 

"Dikarenakan tunggakan, siswa RMP tetap harus membayar karena anggaran pemerintahnya itu tidak cair menurut keterangan kepala sekolah, jadi secara terpaksa pihak sekolah tetap menahan ijazah. Makanya kami melaporkan ke Ombudsman," kata dia ketika ditemui di Kantor Ombudsman Jabar, Kamis (12/11/2020).

 

Tak disebutkan secara rinci berapa jumlah murid yang ditahan ijazahnya. Selain mengadu ke Ombudsman, dia juga meminta kepada Dinas Pendidiakan setempat untuk melakukan tindakan tegas kepada sekolah yang terbukti melakukan penahanan ijazah. Jika perlu, kepala sekolah negeri yang terbukti menahan ijazah agar dipecat.

 

"Jadi langsung saja eksekusi ke sekolah kalau memang dinas pendidikan itu bertindak tegas, kalaupun ada temuan penahanan ijazah di sekolah apalagi negeri, kenapa tidak tindak tegas saja kalau perlu pecat saja biar ada efek jera untuk kepala sekolah lainnya," ucap dia.

 

Sementara itu, seorang orang tua murid Anna Sri Kartika mengaku anaknya yang sempat menimba ilmu di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung belum menerima ijazah tercatat sejak tahun 2018. Tak hanya ijazah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan buku tabungan rekening KIP pun ditahan tanpa alasan yang jelas.

 

"Ijazah masih ditahan, KIP juga ditahan sampai buku tabungan rekening dari bantuan KIP ditahan dari pihak sekolah, harusnya kan gak boleh," keluh dia.

 

Sementara itu, Asisten Pertama Ombudsman Jabar Sartika Dewi mengatakan, bakal menindaklanjuti aduan itu sesuai mekanisme yang berlaku. Dalam waktu dekat, dia meminta agar orang tua murid melengkapi terlebih dahulu dokumen laporannya.

 

"Ada dua hal yang bisa ditindaklanjuti baik itu dalam hal jangka pendek, kami sudah sampaikan silahkan ke orang tua siswa ini untuk melengkapi dokumen laporan sesuai dengan syarat laporan ke Ombudsman dan dalam jangka waktu panjangnya tahun depan ini akan menjadi salah satu informasi dan isu prioritas bagi kami untuk dilakukan kajian lebih mendalam," kata dia.

 

Adapun dalam kegiatan itu orang tua murid belum menyampaikan laporan secara resmi dan baru melakukan audiensi. (MSN)

 

You can share this post !