INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ini Motif 5 Orang Pelaku yang Gulung Pria di Kafe

16 November, 2020 13:33 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Ini Motif 5 Orang Pelaku yang Gulung Pria di Kafe

Foto: Masnurdiansyah/Dok. Inspira TV

BANDUNG INSPIRA.TV,- Motif penyerangan dan penganiayaan terhadap seorang pria bernama Remon di salah satu kafe di Kampung Rancaoray, Desa Buah Batu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, adalah balas dendam.


Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengungkapkan, sebelum terjadi penganiayaan di kafe itu, korban yang bernama Remon terlebih dahulu melakukan pengeroyokan terhadap salah satu tersangka AS pada Sabtu (15/11/2020) sekitar pukul 16.00 di kediamannya.


AS lantas tak terima dengan perbuatan yang dilakukan oleh Remon. Kemudian, AS menghubungi kerabatnya dan melakukan serangan balasan dengan mendatangi Remon di salah satu kafe, lalu AS melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap Remon pada pukul 17.00 WIB.


"Jadi motif para pelaku melakukan tindakan penganiayaan ini adalah balas dendam," ujarnya.


Setelah kejadian penganiayaan di kafe tersebut, lalu kerabat korban pun melakukan upaya pembalasan yakni dengan mendatangi sebuah rumah gubuk ilegal, karena di tanah milik PJKA dan membakar barang milik pelaku AS. 



"Namun harus kita akui bahwa ada hak keperdataan disitu, walaupun tanahnya ilegal tidak ada IMB, tapi hak keperdataannya ada, karena barang-barang milik korban yang dibakar oleh kedua orang ini," katanya.


Hendra menuturkan, kedua belah pihak akan diperiksa lebih lanjut.


"Jadi kami dari pihak kepolisian bertindak profesional saja, kita mengacu kepada barang siapa berbuat apa, kedua belah pihak akan mendapatkan perlakuan yang sama, apabila melakukan sesuatu tindak pidana," ucapnya.


Dalam kasus ini, polisi tak hanya menangkap kelima pelaku berinisial J (28), S (24), AS (55), D (29) dan A (46) yang melakukan penaniayaan korban di kafe, tapi juga menangkap IS alias Tora (38) dan AY (39) yang merupakan kerabat dari korban Remon.


IS dan AY diamankan karena telah melakukan aksi pembalasan lainnya dengan melakukan pembakaran terhadap barang pelaku AS. "Kita seimbang ya, karena ini balas membalas sehingga kita lakukan proses hukum. Pelaku menjadi korban dan keluarga korban juga adalah  pelaku," jelas Hendra.


"Sebenarnya korban juga pelaku, pelaku penganiayaan awal, kemudian dibalas dendam oleh yang lima ini. Setelah itu keluarga korban melakukan kegiatan pembakaran dan pengrusakan," tambahnya.


Atas perbuatan itu, kelima pelaku yang menganiaya korban Remon dijerat pasal pasal 170 Jo UU darurat no 12 tahun 1951 dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sementara itu, IS dan AY yang membakar barang pelaku AS dijerat pasal 187 pembakaran, dan juga pasal 170. (HAP)

You can share this post !