INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Dispangtan Pastikan Stok Bahan Pokok di Bandung Aman Hingga Akhir 2020

17 November, 2020 15:52 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Dispangtan Pastikan Stok Bahan Pokok di Bandung Aman Hingga Akhir 2020

Foto: Humas Pemkot Bandung

BANDUNG INSPIRA.TV,- Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar memastikan stok pangan di Kota Bandung aman hingga akhir tahun ini, sehingga harga kebutuhan pokok diprediksi bisa relatif normal.


"Saat ini dan beberapa waktu ke depan untuk ketersediaan pangan atau ketahanan pangan masih dalam taraf yang relatif aman dan cukup. Bahkan hingga akhir tahun, terutama ketersediaan beras," ujar Gin Gin, Selasa (17/11/2020).


Ia mengungkapkan, kebutuhan pangan di Kota Bandung cukup tinggi. Namun pandemi Covid-19 terjadi anomali dimana daya beli masyarakat menurun  meski telah diberikan bantuan.

Gin gin juga mengatakan, mayoritas kebutuhan komoditas pangan di Kota Bandung memang dipasok dari luar kota Bandung, seperti beras, daging (sapi dan ayam), telur, ikan dan olahannya, sayur mayur, dan buah buahan.

"Beras sebagaian besar masih dipasok dari wilayah Jawa Barat. Sedangkan telur mayoritas dipasok oleh wilayah Blitar dan Priangan Timur," jelas Gin gin. 

Menurutnya, secara geografis Kota Bandung memang menguntungkan. Meski tidak memiliki lahan pertanian, Kota Bandung adalah Kota kolektif-distributif. 

"Secara alamiah produsen mendatangi Kota Bandung. Bukan hanya untuk kebutuhan Kota Bandng tetapi untuk mendistribusikannya kembali ke daerah lainnya," papar Gin Gin.

Namun agar tak tergantung pada daerah lain, Gin Gin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini memiliki program yang dinamakan Buruan SAE. Buruan yang berarti halaman dan SAE merupakan singkatan dari Sehat, Alami, dan Ekonomis. 

Program ini merupakan program urban farming yang terintegrasi. Tujuannya untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun.

Sejauh ini, Program Buruan SAE yang dimulai di akhir tahun 2019 ini telah mencapai 128 titik yang tersebar di 151 Kelurahan yang ada di Kota Bandung.

"Program ini akan terus kita kembangkan dan kita dorong agar Buruan SAE ini menjadi sebuah budaya yang melekat di masyarakat. Sehingga ketahanan pangan di Kota Bandung terus aman," tutur Gin Gin. (HAP)

You can share this post !