INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

2 Saudara Kandung Kerjasama Lakukan Aksi Tipu dari Perorangan Sampai Perusahaan Terkenal

17 November, 2020 16:16 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - 2 Saudara Kandung Kerjasama Lakukan Aksi Tipu dari Perorangan Sampai Perusahaan Terkenal

Foto : Masnurdiansyah / Doc Inspira. TV

BANDUNG INSPIRA.TV,-  Dua kakak beradik yang bekerja sebagai ibu rumah tangga di Kota Bandung berinisial VA dan VI diamankan oleh Subdit Cyber Polda Jawa Barat. Polisi berhasil mengungkap kasus penipuan, motifnya pakai bukti transfer palsu, yakni mengubah dan mengedit bukti transfer palsu yang dibuat sedemikian rupa agar menyerupai aslinya.

 

Keduanya diamankan usai melakukan penipuan dengan korban sebuah perusahaan pakaian dengan merek Giordano. Hal itu dikatakan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago.

 

Erdi menjelaskan, pengungkapan didasarkan atas laporan dari pelapor pada bulan Mei lalu. Penipuan dilakukan dengan cara mengirim bukti transfer palsu kepada provider perusahaan setelah memesan pakaian. Berdasarkan penyidikan, pelaku melakukan manipulasi bukti transfer dengan menggunakan aplikasi croping pada ponsel. Selanjutnya, hasil dari croping disatukan atau digabung dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop.

 

"Penipuan ini modusnya adalah mengirimkan bukti transfer fiktif terhadap segala suatu yang dipesan," kata dia di Mapolda Jabar, Selasa (17/11/2020).

 

Erdi menambahkan, pelaku tak hanya menipu tapi juga mencuri. Modus pencurian dilakukan dengan memesan terlebih dahulu dengan penjual dan menentukan lokasi bertemu. Lalu, setelah bertemu dan mengambil barang, pelaku melarikan diri. Dengan menipu dan mencuri, dua pelaku ditaksir mendapat keuntungan senilai Rp 750 juta.

 

"Setelah itu tidak kunjung tiba dan itu dilakukan selama bertahun-tahun," ucap dia.

 

Pelaku melakukan aksi penipuan dan pencurian sejak tahun 2012 secara bergantian. Dalam beraksi, pelaku pun acap kali berganti nomor ponsel. Adapun barang hasil curian ataupun penipuan diketahui tak dijual oleh pelaku.

 

Barang tersebut digunakan sendiri atau dibagikan ke tetangganya. Tercatat, sudah ada 92 korban akibat aksi pelaku yang terdiri dari pelaku pribadi atau perusahaan. Korban tak hanya toko ternama yang berada di Kota Bandung tapi juga Medan, Surabaya dan Semarang.

 

"Saat ini pakaian Giordano ini yang bersangkutan tidak dijual lagi, ada yang digunakan dan diberikan ke tetangga hanya dinikmati sendiri," kata dia.

 

Dalam pengungkapan itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa ponsel hingga pakaian. Adapun akibat perbuatannya, dua pelaku disangkakan dengan Pasal 51 juncto Pasal 35 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU Informasi Teknologi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun. (MSN)

You can share this post !