INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Pemkot Bandung Pastikan Bakal Tutup Semua Ruang Publik

18 November, 2020 10:42 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Pemkot Bandung Pastikan Bakal Tutup Semua Ruang Publik

Foto: Humas Pemkot Bandung

BANDUNG INSPIRA.TV,- Pemerintah Kota Bandung memastikan bakal memperketat pengawasan protokol kesehatan Covid-19 di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satunya dengan menutup sejumlah ruang publik untuk mencegah kerumunan dalam jumlah besar. 


Terlebih Kota Bandung disebut sudah mendekati zona merah penyebaran Covid-19. Jika hal itu terjadi maka Perwal AKB mutlak harus direvisi, atau dengan kata lain peraturan akan diperketat. 


Demikian yang Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna usai memimpin rapat evaluasi tim Gugus Tugas Covid-19 di Balai Kota Bandung, Selasa (17/8/2020).


“Kita ini sudah zonanya masih orange tapi sudah mendekat ke zona merah. Kalau masuk zona merah maka perwal mutlak harus direvisi. Karena masalah daya tampung akan kembali menjadi 30 persen," ujar Ema. 


Untuk itu Ema menegaskan, Pemkot Bandung akan menutup ruang-ruang publik, termasuk taman dan alun-alun yang ada di Kota Bandung. 


“Saya akan melapor ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung agar ruang publik di beberapa lokasi sementara untuk tidak dipakai terlebih dahulu. Semua alun-alun dan taman-taman kita tutup," kata Ema.


"Alun-alun Cicendo, Regol, Ujungberung, Asia-Afrika saya mintakan benar-benar terjaga. Jangan dulu dipergunakan untuk warga masyarakat. Mohon maaf karena itu berpotensi menimbulkan kerumunan,” tambahnya.

Maka dari itu Ema meminta masyarakat untuk sama-sama berkomitmen dan dispilin protokol kesehatan. Hal ini agar mendukung penegakkan aturan yang maksimal.

“Terutama klaster keluarga yang saat ini sudah bergerak pada angka 30 persen. Hal yang menjadi faktor penyebab ini kebanyakan itu dari kontak erat. Misalkan ada orang yang bekerja di wilayah zona merah dan berkontak erat dengan pihak keluarganya,” tuturnya.

Sedangkan relaksasi sektor perekonomian, Ema juga mengaku akan mengevaluasinya. Pihaknya akan tegas menegakkan sanksi terhadap pelanggar aturan perwal adaptasi kebiasaan baru.

“Evaluasinya bukan menambah, justru yang sudah ada ini kita evaluasi. Kalau ada pelanggaran kita tindak saja dengan kewenangan didalam perwal itu sendiri," jelas Ema. (HAP)

You can share this post !