INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Wanita Ini Diciduk Polrestabes Bandung Karena Daur Ulang Sarung Tangan Medis dan Dijual Lagi

20 November, 2020 12:37 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Wanita Ini Diciduk Polrestabes Bandung Karena Daur Ulang Sarung Tangan Medis dan Dijual Lagi

Foto : Masnurdiansyah/Dok Inspira TV

BANDUNG INSPIRA.TV,- Jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Polsek Bandung Kidul menangkap seorang wanita yang mendaur ulang sarung tangan medis berbahan latex. Sarung tangan tersebut dipungut dari bekas limbah yang sudah tak terpakai. Sarung tangan bekas berbahan karet itu kemudian dijual dan diedarkan lagi.


Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pelaku memproduksi dengan cara mendaur ulang sarung tangan nitrile curah (bekas), menjadl sarung tangan layak pakai seperti baru hingga dapat diperjual belikan. 


"Sehingga pelaku dikenakan oleh penyidik dengan UU perlindungan konsumen dan kesehatan. Adapun dari pengakuan tersangka, mereka sudah melakukan kegiatan ini selama satu bulan, tapi dilihat dari barang bukti, kemudian tempat pembuatannya, diperkirakan sudah enam bulan," ujar Ulung di Polrestabes Bandung, Jumat (20/11/2020).


"Pelaku usaha bernama Grace Rani ini mempunyai 178 karyawan, dimana perorang dan per-shift diberi upah kerja sebesar Rp 50.000, ditambah 1 kali makan, dimana karyawan yang bekerja ada yang dibawah umur," tambahnya.


Adapun barang yang sudah didaur ulang kemudian diedarkan pelaku hingga ke wilayah Jakarta dan Surabaya. Bahkan,tak menutup kemungkinan sarung tangan tersebut disalurkan untuk digunakan oleh tenaga medis. 


Dari penglihatan, tak ada ciri yang membedakan dengan sarung tangan baru. Usai didaur ulang, sarung tangan dikemas pelaku ke dalam kotak dengan isi 100 buah sarung tangan.


"Dilihat dari barangnya, mungkin sama persis (dengan yang baru) karena awalnya mungkin dia asli dari medis, jadi diperbarui lagi," ucap dia.


Setelah dikemas, barang lalu dijual oleh pelaku dengan harga Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu untuk satu kotaknya.


"Barang bukti hampir sebanyak 2,5 ton. Motifnya mencari keuntungan semata," tuturnya.


Ulung menuturkan kepada masyarakat agar berhati-hati dan lebih waspada jika ingin membeli sarung tangan karet.


"Imbauan kepada masyarakat dengan adanya kejadian ini, apabila beli sarung tangan dan sudah selesai dipakai segera dibuang, dimusnahkan dan digunting," kata Ulung.


Masyarakat juga diimbau agar tidak membuang sarung tangan bekas pakai di sembarang tempat. 


"Jangan dibuang sembarangan, karena nanti akan kejadian seperti ini, dipungut dan dibuat baru lagi. Masyarakat juga berhati-hati saat membeli sarung tangan kesehatan," imbaunya.


Akibat perbuatannya, pelaku Grace Rani terancam pasal berlapis, diantaranya Pasal 62 jo pasal 8 ayat 1 huruf a dan ayat 2 UU RI No. 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen dan di ancaman dengan pidana penjara selama 5 tahun. 


Lalu pasal 197 jo 105 ayat 1 UU no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, diancaman dengan pidana penjara selama-lamanya 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 Miliar. (MSN)


You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN

INSPIRA HALAL
Kaya Dalam Islam Diperbolehkan?

24 November, 2020 | 10:22 WIB