INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Pernyataan Prabowo Subianto Soal Kalau Ada Kadernya yang Korupsi

25 November, 2020 12:06 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Pernyataan Prabowo Subianto Soal Kalau Ada Kadernya yang Korupsi

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA.TV,- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo bersama sejumlah orang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Hingga kini Edhy masih dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK.

 

Edhy ditangkap setelah kembali dari Honolulu, Amerika Serikat (AS), setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pada Rabu (25/11/2020) dini hari. Politisi Partai Gerindera itu ditangkap terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster.

 

Menilik kembali pada gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019, ketika itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mengaku siap langsung menyeret kadernya ke penjara jika terbukti melakukan korupsi.

 

“Saya jamin tidak ada koruptor (di Partai Gerindra). Kalau ada yang korupsi saya yang akan masukin penjara sendiri,” kata Prabowo dalam debat capres di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019) silam.

 

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu mengutarakan hal itu ketika ditanya Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) terkait data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut banyak caleg Partai Gerindra pada Pileg 2019 berlatar mantan narapidana korupsi.

 

“Itu mungkin ICW, tapi saya belum dapat laporan itu. Itu sangat subjektif, saya tidak setuju. Saya seleksi caleg-caleg, kalau ada bukti silakan lapor ke kami,” tutur Prabowo.

 

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pihaknya akan segera menyampaikan penjelasan resmi terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

 

“Mohon kita beri waktu tim kedeputian penindakan bekerja dulu ,” jelasnya.

 

Terkait penangkapan terhadap politisi Partai Gerindra itu, Firli menegaskan tetap menunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

 

“Kita masih ada waktu untuk membuat terang dugaan korupsi ini,” pungkas Firli. (MSN)

You can share this post !