INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Berkeliling Monumen Perjuangan Rakyat dan Museum Bawah Tanah yang Sarat Akan Sejarah Perjuangan

27 November, 2020 15:45 WIB | INSPIRA TRAVEL

Inspira TV - Berkeliling Monumen Perjuangan Rakyat dan Museum Bawah Tanah yang Sarat Akan Sejarah Perjuangan

Foto: Boby Roska/Dok.Inspira TV

BANDUNG INSPIRA.TV,- Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat atau dikenal juga sebagai Monju yang berlokasi kawasan Dipati Ukur Kota Bandung, memiliki Museum bawah tanah dengan banyak sekali peninggalan sejarah.


Monpera yang berdiri megah ini dibangun dengan landasan kemerdekaan. Untuk monumennya memiliki ketinggian 17 meter, dengan diameter 45 meter. Kemudian terdapat 8 anak tangga. Angka-angka tersebut sama dengan hari bersejarah kemerdekaan, yakni 17-8-1945.


Monpera mulai resmi dibuka dan digunakan pada 23 Agustus 1995, dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana. Model bangunannya berbentuk bambu runcing yang dipadukan dengan gaya modern. Monumen ini berdiri di atas lahan seluas ± 72.040 m² dengan total luas bangunan ± 2.143   m².


"Di bagian atas monumen bentuknya bambu runcing. Nah itu filosofinya dengan bambu runcing rakyat bisa merebut, mempertahankan, dan melanjutkan perjuangan," kata Pemandu senior Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Jawa Barat, Joni Kalimanjaya.


Lokasi Monpera ini sangat strategis karena berada tepat di depan Gedung Sate yang merupakan Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. 


Tak hanya monumen saja, dibawahnya terdapat museum bersejarah yang memiliki banyak sekali peninggalan. Diantaranya adalah artefak, senjata-senjata tradisional, peralatan rumah tangga tempo dulu, beragam pakaian perang, replika, miniatur hingga diorama kisah perjuangan. Adapula ruangan auditorium yang memutar film-film dokumenter kisah perjuangan para pahlawan perang.


"Pada bagian dalam museum, kita ada diorama-diorama sejarah Jawa Barat. Mulai dari ditemukannya manusia Sunda di gua Pawon, peristiwa Bandung Lautan Api, peristiwa Bojongkokosan hingga perlawanan Pangeran Kusumadinata XI, bupati Sumedang tahun 1791-1828 atau yang lebih dikenal sebagai Pangeran Kornel, terhadap Herman Willem Daendels, Gubernur Jendral Hindia Belanda," tutur Joni.


Pada bagian dinding monumen, terdapat relief yang menceritakan sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat. Mulai dari masa kerajaan, masa pergerakan, masa kemerdekaan, dan masa mempertahankan kemerdekaan dalam melawan penjajahan baik Belanda, Inggris dan Jepang.


Kemudian dinding museum, terpajang deretan foto-foto gubernur jawa barat dari masa ke masa. Keberadaan museum perjuangan ini, tentu sangat bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat khususnya di jawa barat, karena di dalamnya banyak sekali informasi sejarah yang tak banyak orang tahu.


Joni mengatakan, adanya museum dibawah tanah ini, mampu memberikan nilai edukasi yang tinggi, bagi masyarakat yang haus akan sejarah perjuangan. Siapapun bisa berkunjung ke monpera ini tanpa dipungut biaya sama sekali.


"Kami sangat menantikan warga masyarakat khususnya generasi muda untuk mengunjungi Monpera. Selain dapat mengetahui sejarah Bandung dari masa ke masa, juga dapat mengetahui gambaran perjuangan dan kerja keras para tokoh dan masyarakat Jawa Barat, dalam memperjuangkan kemerdakaan," kata Joni.


Joni menambahkan, siapapun boleh datang berkunjung ke monumen perjuangan rakyat Jawa Barat ini tanpa dipungut biaya sama sekali.


"Ayo warga masyakarat, silahkan datang kesini tanpa dipungut biaya apapun," pungkasnya. (BOB)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN