INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Tim KPK Geledah Kantor DPRD Jabar Soal Kasus Apa?

03 December, 2020 15:51 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Tim KPK Geledah Kantor DPRD Jabar Soal Kasus Apa?

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA.TV,- Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor DPRD Jawa Barat terkait dengan kasus korupsi yang menjerat eks Anggota DPRD Jabar Abdul Rozak Muslim. Sejumlah dokumen dari turut diangkut oleh tim KPK.

 

"Kasus dugaan tindak pidana suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 hari ini tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor DPRD Provinsi Jabar," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (3/12/2020).

 

Ali mengatakan, dari penggeledahan itu penyidik KPK menemukan dan mengamankan sejumlah dokumen. Adapun dokumen yang ditemukan yakni terkait penganggaran Bantuan Provinsi (Banprov).

 

"Sejumlah dokumen antara lain terkait penganggaran Banprov, rekapitulasi usulan program kegiatan dan dokumen lain yang terkait dengan perkara ini," tuturnya.

 

Ali melanjutkan dokumen tersebut akan dibawa oleh penyidik, dan nantinya akan dianalisa untuk melakukan penyidikan kasus korupsi itu.

 

"Berikutnya seluruh dokumen tersebut akan dianalisa dan akan dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara tersebut," katanya.

 

Seperti diketahui, KPK Abdul Rozak Muslim (ARM) sebagai tersangka baru kasus korupsi proyek yang menyeret mantan Bupati Indramayu Supendi. Dalam kasus ini, Abdul Rozak diduga menerima uang sebesar Rp 8,5 miliar.

 

"ARM diduga menerima sejumlah dana sebesar Rp 8,582 miliar yang pemberiannya dilakukan dengan cara transfer ke rekening atas nama orang lain," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (16/11).

 

KPK langsung menahan Abdul Rozak di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih. Dia akan ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak 16 November hingga 5 Desember 2020.

 

KPK menetapkan Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono dan Carsa dari pihak swasta. Tercatat ada tujuh proyek dengan nilai sekitar Rp 15 miliar. KPK juga mengamankan barang bukti uang ratusan juta rupiah dari para tersangka. (MSN)

You can share this post !