INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Bandung PSBB Proporsional, Jalan Dipatiukur Ditutup

04 December, 2020 09:28 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Bandung PSBB Proporsional, Jalan Dipatiukur Ditutup

Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

BANDUNG INSPIRA.TV,- Pemerintah Kota Bandung kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proposional. Imbasnya, Pemkot Bandung memutuskan untuk kembali menutup sejumlah ruas jalan di Kota Bandung, salah satunya Dipatiukur. 


Jalur sepanjang jalan Dipatiukur  ini bakal ditutup selama 14 hari ke depan dimulai dari pukul 18.00 WIB, dan akan kembali dibuka keesokan harinya pukul 06.00 WIB.  


Penutupan jalan itu untuk mengurai kerumunan yang cukup tinggi di Dipati Ukur. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana didampingi Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna turun langsung melakukan penertiba Kamis (4/12/2020) kemarin.


Dilakukannya penutupan sejumlah ruas jalan tersebut guna mengurai potensi kerumunan di Jalan Dipatiukur yang cukup tinggi.

"Banyak laporan kepada kami, kelihatannya kalau kita tidak datang mereka melebihi jam operasional, dan kapasitas pembelinya udah melebihi dan banyak yang tidak melaksanakan protokol kesehatan, juga disini berdagang sudah di bahu jalan yang bukan peruntukannya, " ujar Yana.  

Pembatasan jam operasional menjadi pukul 20.00 WIB dan kapasitas tak lebih dari 30 persen juga merupakan konsekuensi dari level kewaspadaan corona di Kota Bandung yang sudah masuk ke zona merah.

"Malam hari ini titik awal menertibkan beberapa tempat yang kami mendapat informasi banyak keluhan dari warga dan kami lihat memang faktanya seperti ini," tegasnya.

Yana memastikan penertiban akan berlangsung di beberapa titik yang memang sudah terpantau melanggar aturan dan minim penerapan protokol kesehatan.

Yana juga memaparkan, PKL di Jalan Dipati Ukur yang berjualan hingga masuk ke badan jalan ini jelas sudah melanggar Perda Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman, dan Perlindungan Masyarakat (Tibum Tralinmas). Bahkan sudah seringkali dikeluhkan oleh warga lantaran berdampak pada kemacetan lalulintas.

"Kita lebih utamakan sekarang kesehatan pandemi ini. Kita juga ga bisa membenarkan pelanggaran dilakukan semata karena ekonomi, tapi mengorbankan faktor kesehatan. Sementara di zona merah ini tentu mengutamakan faktor kesehatan yang jauh lebih penting untuk keselamatan warga Kota Bandung. Besok juga sudah tidak ada yang jualan di bahu jalan kalau masih ada itu diangkut," katanya.

Disaat yang sama,  Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna langsung menegur para pedagang yang berjualan di bahu jalan, ia akan melakukan tindakan tegas pada siapapun yang melanggar aturan.

“Tidak ada yang memberi ijin untuk berjualan disini, jika besok masih tetap beroperasional akan kami tertibkan,” tegasnya. (HAP)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN