INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Gubernur Jabar Sebut Hasil Uji Klinis Tahap III Vaksin Sinovac-Bio Farma Jadi Maret 2021

14 December, 2020 20:20 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Gubernur Jabar Sebut Hasil Uji Klinis Tahap III Vaksin Sinovac-Bio Farma Jadi Maret 2021

Foto : Istimewa

BANDUNG INSPIRA.TV,- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan jika pengumuman hasil uji klinis tahap III vaksin Covid-19 Sinovac-Bio Farma yang dilakukan di Kota Bandung diundur ke tahun 2021. Kemungkinan, pengumuman efektivitas vaksin tersebut baru dapat dilakukan pada bulan Maret mendatang.

 

Kang Emil begitu sapaan akrabnya mengatakan, hal itu terjadi karena pemantauan hasil pemberian vaksin terhadap para relawan akan diperpanjang untuk hasil yang lebih akurat. Sebelumnya, relawan hanya akan dicek setelah tiga bulan penyuntikan vaksin.

 

"Sekarang disaat enam bulan (setelah penyuntikan vaksin) kami juga harus diambil darah lagi di bulan Maret (2021)," ungkapnya, Senin (14/12/2020).

 

Sehingga, pengumuman berhasil atau tidaknya vaksin Sinovac yang semula akan dilakukan pada Desember 2020, mundur menjad Maret 2021. Kang Emil menuturkan, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terlebih dahulu ingin memastikan efektivitas vaksin tersebut dalam kurun waktu yang lebih panjang.

 

"Karean BPOM ingin pastikan kandungan antibodi kita berlimpah di rentang waktu yang lebih panjang," ungkapnya.

 

Dia juga mengatakan bahwa vaksin Sinovac yang telah mendarat di Indonesia beberapa hari lalu adalah vaksin siap suntik. Vaksin sebanyak 1,2 juta dosis tersebut adalah yang sudah melewati tahap uji klinis III di berbagai negara termasuk Indonesia hingga Oktober 2020.

 

Dari total 1.620 relawan uji klinis tahap III vaksin Sinovac di Kota Bandung, sebanyak 540 sampel relawan sudah dikirim ke China dan dikumpulkan bersama degan hasil uji klinis di negara lain. Hasil itulah yang kemudian diolah menjadi vaksin siap suntik yang saat ini telah disimpan di Bio Farma tersebut. Saat ini, 1,2 juta vaksin tersebut masih menunggu izin dari BPOM.

 

"Ada vaksin yang sudah jadi yang memang sudah dibeli langsung, sekarang ada di gudang Bio Farma. Itu sudah melewati tahap ketiga, jadi tinggal diumumkan BPOM untuk tipe vaksin yang diimpor langsung," ungkapnya.

 

Karena jumlah vaksin siap suntik yang terbatas, maka pemberian dosisnya akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan, TNI/Polri, orang yang memiliki profesi rentan terpapar Covid-19, dan warga yang berada di daerah zona merah. Dia meminta agar warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama menunggu vaksin.

 

"Kepada warga, mari kita disiplin 3M, karena vaksin tidak secepat yang kita harapkan," jelasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, BPOM bersama dengan Litbangkes Kementerian Kesehatan, tim Unpad, serta Bio Farma telah melakukan evaluasi progres uji klinis fase III vaksin Covid-19 Sinovac pada akhir November. Hasil simpulan sementara, vaksin yang tengah diujicoba di Kota Bandung tersebut dinyatakan aman.

 

Ketua BPOM Penny Lukito mengatakan, pihaknya menilai kelayakan vaksin dari aspek mutu, keamanan, dan efektivitas. Untuk aspek mutu, vaksin Sinovac telah dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapat label halal.

 

"Alhamdulillah dari aspek mutu, dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Biofarma dan MUI, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, sudah sesuai aspek obat yang baik," ungkapnya dalam konferensi pers di gedung Bio Farma Bandung, Kamis (26/11/2020).

 

Sementara untuk aspek keamanan dan efektivitas, ia mengatakan saat ini pihaknya masih harus menunggu hasil uji klinis fase III di Kota Bandung selesai. Setelah itu, hasil di Bandung akan digabung dengan hasil uji klinis di negara-negara lainnya termasuk Brazil, baru kesimpulan utuh dapat ditarik.

 

Namun, berdasarkan data sementara yang disimpulkan selama satu bulan ini, Penny menyebut vaksin Sinovac memiliki keamanan dan efektivitas yang cukup baik. Hal tersebut akan kembali dikonfirmasi tiga bulan ke depan.

 

"Data sebulan sudah tunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Nanti akan dikonfrimasi lagi efikasinya dalam tiga bulan, mulai Desember ini. Kami positif data-data selanjutnya yang masih  kami tunggu progresnya itu akan berjalan dengan baik," ungkapnya.

 

Hal serupa disampaikan Ketua Tim Uji Klinis Fase III vaksin Covid-19 Sinovac, Prof. Kusnandi Rusmil. Ia mengatakan, data sejauh ini menunjukan vaksin tersebut sudah dapat disebut aman.

 

"Sampai saat ini, untuk sementara waktu dapat kami katakan aman. Karena tidak terjadi hal-hal yang merugikan dari subjek," ungkapnya.

 

Ia menyebutkan, sejauh ini hanya 20% dari subjek penelitian yang menunjukan reaksi ringan seperi pilek dan pusing. Gejala tersebut pun, ia menyebutkan, hilang dengan sendirinya dalam dua hari.

 

"Yang terjadi hanya ada yang pilek sedikit, pusing, dan dalam dua hari hilang sendiri. Ini hanya (dialami oleh) 20% (subjek penelitian)," ungkapnya.

 

Adapun jumlah subjek penelitian vaksin tersebut mencapai 1.620 orang yang seluruhnya merupakan warga Kota Bandung. Kegiatan uji klinis tahap III ini dilakukan sejak 11 Agustus 2020 di di enam puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung. (MSN)

You can share this post !