INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi : Vaksin Covid-19 Untuk Masyarakat Adalah Gratis.

17 December, 2020 09:58 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi : Vaksin Covid-19 Untuk Masyarakat Adalah Gratis.

Foto : Istimewa

JAKARTA INSPIRA.TV,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan keputusan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 ke masyarakat. Setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan menghitung ulang kemampuan fiskal negara, Jokowi yakin vaksin Covid-19 bisa digratiskan.

 

"Setelah melakukan kalkulasi ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis tidak dikenakan biaya sama sekali," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Rabu (16/12/2020) kemarin.

 

Presiden lantas memerintahkan seluruh jajarannya di ‘Kabinet Indonesia Maju’, ditambah pimpinan lembaga dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.

 

Jokowi juga menginstruksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memprioritaskan realokasi anggaran dari pos belanja lain agar program vaksinasi Covid-19 bisa berjalan lancar.

 

"Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin," kata Jokowi.

 

Kebijakan untuk menggratiskan vaksin ini berbeda dengan ketetapan pemerintah sebelumnya. Yakni, membagi program vaksinasi untuk 107 juta orang dengan rentan usia 18-59 tahun ke dalam dua skema.

 

Skema vaksinasi dibagi dua, yakni 32 juta orang digratiskan dan 75 juta lainnya mengakses secara mandiri (berbayar). Pada Senin (14/12) malam, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy sempat merevisi skema itu bisa berubah menjadi 50:50 antara vaksin gratis dan berbayar.

 

Setelah Presiden Jokowi memastikan vaksin Covid-19 gratis, skema vaksin gratis dan mandiri otomatis gugur. Jokowi pun memastikan, vaksin Covid-19 akan diberikan kepada minimal 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta orang untuk menciptakan herd immunity.

 

Dirinya juga menyampaikan, pemberian vaksin akan membutuhkan waktu karena dilakukan secara bertahap mulai Januari nanti hingga beberapa bulan berikutnya.

 

“Diberikan gratis kepada masyarakat. Tapi ini memang perlu tahapan-tahapan. Januari berapa juta, Februari berapa juta, Maret berapa juta, April berapa juta. Memang membutuhkan waktu karena yang divaksin ini kurang lebih 67 persen, 70 persen penduduk itu harus divaksin,” jelas Jokowi saat menyalurkan Bantuan Modal Kerja di halaman tengah Istana Jakarta, Rabu (16/12) sore.

 

Jokowi mengatakan, meskipun vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat, vaksinasi akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat serta TNI dan Polri.

 

“Setelah itu bisa untuk guru dan setelah itu semuanya kita akan mendapatkan vaksinasi gratis,” kata dia.

 

Terkait kehalalan vaksin, Jokowi menjelaskan sejak awal pemerintah telah melibatkan baik kementerian agama maupun MUI untuk melakukan kajian vaksin Covid-19. Karena itu, dalam kesempatan ini, Presiden pun meminta masyarakat dan para pelaku usaha kecil agar bertahan di tengah pandemi Covid-19.

 

Pandemi ini, kata dia, juga terjadi di 215 negara lainnya. Bahkan di sejumlah negara di Eropa kembali terjadi gelombang kedua pandemi yang juga berdampak di sektor ekonominya. Namun, menurut Jokowi, pandemi Covid-19 di Indonesia masih bisa dikendalikan.

 

“Artinya kalau Covid-nya bisa dikendalikan, ekonominya juga, meskipun tidak secepat situasi normal tapi juga bisa kita laksanakan. Meskipun saya tahu sekali lagi kondisinya sangat berbeda sekali dengan kondisi normal,” kata Jokowi.

 

Setidaknya ada enam pabrikan vaksin Covid-19 yang masuk daftar program vaksinasi pemerintah. Hal ini diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Keenamnya adalah, PT Bio Farma, AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd. (MSN) 

You can share this post !