INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Disdagin Minta Perajin Tahu Tempe di Kota Bandung Jadi Prioritas Importir Kedelai

05 January, 2021 09:20 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Disdagin Minta Perajin Tahu Tempe di Kota Bandung Jadi Prioritas Importir Kedelai

Foto: Humas Pemkot Bandung

BANDUNG INSPIRA.TV,-  Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah meminta para importir kacang kedelai memprioritaskan bagi para perajin tahu dan tempe di Kota Bandung. Elly juga meminta agar importir memberi harga terjangkau kepada para perajin.


Menurut Elly saat ini kedelai impor dari Kanada telah tiba di Indonesia sebanyak 500 ton. Kedelai tersebut memiliki harga jual Rp9.100 per kilogram. Disdagin juga mengaku telah berkomunikasi dengan Depot Kacang Indoensia, salah satu importir kacang kedelai di Kota Bandung.


 "Barusan sudah masuk 500 ton kacang dari Kanada, sedang diturunkan. Dengan harga jual mau partai besar atau kecil itu dari importir Rp9.100 perkilo untuk per hari ini," ucap Elly saat menyambangi pengrajin tahu Cibuntu, Senin (4/1/2020).


Elly juga telah meminta kepada Depot Kacang Indonesia memprioritaskan para pengrajin tahu dan tempe asal Kota Bandung. 


"Dia omzetnya kurang lebih 2000 ton. Dengan 1.800 ton dijual ke pengrajin di Kota Bandung, 200 ton baru di luar Kota Bandung," ungkapnya.


Elly menyebutkan, sejak November 2020 harga kacang kedelai impor perlahan naik dari Rp8.300 per kilogram menjadi Rp8.900 perkilogram pada Desember 2020. Kenaikan harga ini disinyalir ikut terpengaruh oleh harga kacang kedelai dunia. 

Sebagian besar impornya dari Amerika Serikat dan sedikit terhambat lantaran adanya tambagan permintaan dari Tiongkok.

Menurut informasi dari Kementerian Perdagangan, sambung Elly, Tiongkok menambah kapasitas impor kacang kedelai dari Amerika Serikat menjadi dua kali lipat. Dari yang biasanya 15 juta ton menjadi 30 ton.

"Seharusnya bulan ini masuk. Kemarin diborong. Kemungkinan bulan depan, untuk mengisi kekosongan makanya mendatangkan dari Kanada," katanya.

Elly melanjutkan, kabar terbaru stok kedelai dari Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) berada di kisaran 450 ribu ton. Sedangkan kebutuhan pengrajin sesuai dari data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) setiap bulannya menghabiskan sekitar 150-160 ton.

"Jadi sebetulnya itu masih cukup untuk 2-3 bulan. Tapi memang harga kacang kedelai dunia naik jadi berimbas kepada kita," terangnya.

Untuk saat ini Elly sangat bersyukur akhirnya para pengrajin di Cibuntu sudah mulai memproduksi kembali tahu. Walau pun sebagai konsekuensinya kini tengah dicoba dengan menaikan harga jual.

"Setelah kami tanyakan bahwa sesuai kesepakatan harganya dinaikan, seperti ukuran tahu terkecil dari awalnya Rp325 jadi Rp400 per buah," tutur Elly. 

"Ini juga melihat respon masyarakat terhadap kenaikan harga. Karena kemarin kesepakatan naiknya antara 20-40 persen tapi dipandang terlalu tinggi. Jadi hari ini dinaikan 18 persen," imbuhnya. (HAP)

You can share this post !