INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Berembus Kabar Pergantian Paket Kapolri Beserta Wakapolri di Kalangan Istana

06 January, 2021 10:20 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Berembus Kabar Pergantian Paket Kapolri Beserta Wakapolri di Kalangan Istana

Foto : Ilustrasi

JAKARTA INSPIRA.TV,- Sebuah gagasan muncul dalam paket pergantian Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis dan Wakapolri dari lingkungan Istana Kepresidenan.

 

Seiring hal itu, berembus kabar kalua Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bakal menjabat Kapolri dan penggantinya sebagai Wakapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, yang kini menjabat sebagai Kabareskrim.

 

Hal tersebut setidaknya diungkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui keterangan persnya, Rabu (6/1/2021) kemarin.

 

 

"Ada gagasan dari lingkungan Istana Kepresidenan untuk membuat satu paket pergantian Kapolri dan Wakapolri. Menaikkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy menjadi Kapolri pengganti Idham Azis dan sekaligus mendorong Kabareskrim Komjen Sigit menjadi Wakapolri," ujarnya.

 

Neta mengungkapkan, saat ini usulan nama pengganti calon kapolri itu sudah diserahkan oleh Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri kepada Presiden Joko Widodo.

 

Sementara usulan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) baru akan diserahkan 8 Januari mendatang.

 

Neta mengatakan, Presiden Jokowi akan memilih satu nama untuk kemudian diserahkan kepada Komisi III DPR RI untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.

 

"Di lingkungan Istana Kepresidenan saat ini memang sudah mengkristal dua nama calon Kapolri, yakni dari senior Akpol '88 dan junior Akpol '91. Sementara dari kalangan internal Polri berharap Presiden Jokowi memilih jenderal senior," ucapnya.

 

Jika merujuk hal itu, saat ini terdapat beberapa nama yang merupakan lulusan Akpol 1988 di jabatan Komisaris Jenderal. Mereka ialah Gatot Eddy yang menjabat sebagai Wakapolri, dan Boy Rafli Amar yang menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

 

Kemudian, Kepala Bagian Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Rycko Amelza Dahniel; Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Komjen Dharma Porangkun; Sestama BIN, Komjen Bambang Sunarwibowo dan Irjen Kementerian Hukum dan HAM, Komjen Andap Budhi Revianto.

 

Sementara, lulusan paling junior Akpol '91 dari jajaran Komjen di Korps Bhayangkara saat ini hanya ada nama Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

 

Neta emngatakan, dengan susunan seperti itu Jokowi masih dapat mengangkat setidaknya dua kapolri lagi selama masa jabatannya sebagai presiden di periode 2021-2024.

 

"Pertama, figur yang diangkat menjadi Kapolri adalah jenderal senior dengan NRP 65 yang berakhir masa tugasnya di tahun 2023. Kedua, kapolri NRP 65 yang pensiun di tahun 2023 itu selanjutnya akan digantikan oleh jenderal dengan NRP 67 atau 68 yang berakhir masa dinasnya di tahun 2025 atau 2026," terangnya.

 

Neta menilai bahwa penilaian presiden terhadap calon Kapolri baru itu harus jauh dari masalah politik sosial yang berkembang.

 

Disebutkan, saat ini suksesi pengganti Idham seringkali diwarnai situasi sosial politik yang penuh dinamika. Sehingga kerap muncul isu keagamaan yang dibawa dalam pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara itu.

 

"Presiden harus memilih figur Kapolri yang tidak hanya loyal, tapi juga harus memilih figur yang mampu mengkonsolidasikan institusinya dengan kapabilitasnya yang disegani senior maupun juniornya," tandas dia.

 

Hingga saat ini belum ada pernyataan dari pihak Istana Kepresidenan terkait penunjukan Kapolri dan Wakapolri.

 

Idham sendiri akan memasuki masa pensiun 1 Februari 2021. Berdasarkan aturan, Presiden Jokowi harus mengirim nama pengganti Idham paling lambat 20 hari sebelumnya, atau Selasa 12 Januari 2021. (MSN) 

You can share this post !