INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

PSBB Jawa-Bali Polrestabes Bandung Dukung Penuh dan Siap Tegakan Aturan

07 January, 2021 13:27 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - PSBB Jawa-Bali Polrestabes Bandung Dukung Penuh dan Siap Tegakan Aturan

Foto : Masnurdiansyah/ Dok inspira.tv

BANDUNG INSPIRA.TV,- Kebijakan pemerintah pusat tentang pembatasan pergerakan masyarakat di wilayah Jawa dan Bali yang akan dilaksanakan tanggal 11 -25 Januari mendatang, dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

 

Pergerakan masyarakat di masa pandemi memang tidak terkontrol seiring turunnya kesadaran masyarakat terhadap aturan protokol kesehatan. Seluruh wilayah di Jawa dan Bali harus menjalankan skema pembatasan pergerakan masyarakat. Kota Bandung pun termasuk dalam skema yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat.

 

Dalam hal ini Polrestabes Bandung mendukung penuh kebijakan dari pemerintah pusat.

 

“Kita dari kemarin sudah menyiapkan, kita sudah siap dari Polrestabes untuk mendukung kegiatan pemerintah dalam hal PSBB yang ada di Kota Bandung,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan merdeka, Kota Bandung, Kamis (7/1/2021).

 

Namun menurut Ulung, pihaknya saat ini akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Bandung beserta jajaran Forkopimda untuk menjalankan skema PSBB Jawa-Bali nanti.

 

“Dari Polrestabes Bandung sendiri yang pertama kita akan komunikasikan dulu dan berkoodinasi dengan Forkopimda, dengan Pak Wali Kota Bandung. Mungkin kita akan melaksanakan rapat terkait dengan kegiatan yang akan kita laksanakan,” kata dia.

 

Kota Bandung sendiri kata Ulung, hanya tinggal melanjutkan kebijakan yang telah dilakuakn pada saat PSBB sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan PSBB kali ini akan merubah beberapa perwal yang sudah ada, karena menyesuaikan dengan aturan yang keluar dari pemerintah pusat.

 

“Nanti kita rapatkan dengan Forkopimda kan nanti bisa merubah perwali selama saat ini. Perbedaannya kan mungkin kalau pembatasan tempat restoran segala macem 25 persen kalau dari pusat, sementara kalau dari kita 30 persen. Contohnya dari cafe atau restoran melebihi jam tutupnya, kita lakukan penyegelan, kan sudah ada beberapa cafe yang sudah kita segel contohnya nanti di pusat ini untuk tutup toko atau apa jam 19.00 WIB sedangkan kita kan 20.00 WIB mungkin kita percepat lagi jam 19.00 WIB,” jelasnya.

 

Ulung melanjutkan, aturan PSBB yang akan diberlakukan nanti Kota Bandung akan lebih mengarah kepada pelaksanaan pengawasan dan penindakan.

 

“Kalau PSBB di awal dulu itu kan kita hanya pertama kali kita sosialisasi dan menekan segala macam ya pembubaran, kalau sekarang kita mungkin kita lebih mengarah pada pelaksanaan pengawasan dan penindakan gitu kan,” tuturnya.

 

Apakah nanti akan kembali diterapkan cek poin di setiap titik masuk ke Kota Bandung?

 

“Nanti akan kita rapatkan juga kalau terkait dengan cek poin itu gunanya untuk apa karena kita kan akan melihat misalnya kegiatan operasi yustisi, kita fokuskan pada klaster mana, jadi tidak asal sembarangan kita melaksanakan kegiatan operasi yustisi tapi tidak melihat klaster mana, jadi kita harus fokus pada kegiatan pelaksanaan itu gunanya untuk apa,” terang Ulung. (MSN) 

 

 

You can share this post !