INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ridwan Kamil Telusuri Video Tiktok Menolak Vaksin

11 January, 2021 15:28 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Ridwan Kamil Telusuri Video Tiktok Menolak Vaksin

Dok inspira.tv

BANDUNG INSPIRA.TV,- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menanggapi video aplikasi tiktok yang menampilkan penolakan vaksin dari tenaga kesehatan. Dia mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh berita yang menimbulkan provokasi.


Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, saat ini tengah terjadi banyak isu-isu sensitif. Dia pun meminta semua pihak agar bisa memilih hiburan secara hati-hati tanpa menyinggung isu sensitif.


"Saya sudah telusuri, itu main-main di tik tok. Setelah ditelusuri, (para nakes) tidak diniatkan (menolak vaksin). Tapi ini sudah kami tegur, yang namanya hiburan main main jangan menggunakan isu yang sedang sensitif, sehingga diterjemahkan orang jadi serius, menimbulkan opini yang tidak perlu, kata Emil di Mapolda Jawa Barat, Senin (11/1).


Sebelumnya, para pengguna tiktok dihebohkan dengan kemunculan unggahan yang menampilkan para tenaga kesehatan menolak vaksin covid-19.


"Saya titip, di situasi pandemi yang semua orang cape, stres, hindari mencari hiburan yang menggunakan isu sensitif. Mohon tidak diulangi, Isu (video nakes menolak vaksin) di Purwakarta, adalah pelanggaran yang kami upayakan tidak terjadi lagi," ucap dia.


Video yang diunggah oleh akun @mellashopha tersebut memperlihatkan beberapa dokter berpakaian hazmat lengkap tengah melambaikan tangan saat backsound suara mirip Presiden RI Joko Widodo menanyakan siapa yang ingin divaksin. Ada tenaga kesehatan yang melambaikan tangan, ada pula yang terlihat menghindar dan berlari saat backsound Joko Widodo tersebut kembali menanyakan tawaran vaksinasi.

 

Diketahui, para nakes itu bekerja di RSUD Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta. Hasil penelusuran IDI Purwakarta, mereka membuat video dilatarbelakangi untuk mengusir kejenuhan saat bekerja. 


Saat ini IDI Kabupaten Purwakarta masih berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat, dan akan didalami oleh dewan etik profesi tenaga kesehatan. (ADT)





You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN