INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Jabar Mulai Vaksinasi Covid-19, Ini Pesan Gubernur untuk Masyarakat

14 January, 2021 17:51 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Jabar Mulai Vaksinasi Covid-19, Ini Pesan Gubernur untuk Masyarakat

Foto: Masnurdiansyah

BANDUNG INSPIRA.TV,- Provinsi Jawa Barat (Jabar) gelar vaksinasi Covid-19 mulai hari ini, Kamis (14/1/2021). Terdapat 7 wilayah yang hari ini mulai aktif penyuntikan, diantaranya Kota Bandung, Depok, Bekasi, Bogor, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.  


Vaksin ini diharapkan sebagai usaha untuk melawan pandemi corona yang telah banyak menimbulkan korban di seluruh dunia serta kerugian lainnya.


Para penerima vaksin ini, tak hanya mendapatkan satu kali suntik, namun dua kali. Karena pada suntikan pertama hanya pengkondisian tubuh  dan yang kedua baru merangsang antibodi.


"Pada suntikan pertama pengkondisian tubuh terhadap benda asing, baru suntikan kedua baru merangsang datangnya antibodi," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil.


"Saat saya menjadi relawan dan setelah suntik kedua pada uji klinis muncul antibodi sebanya 99%. muncul di waktu 3 bulan. Jadi pada penerima vaksin jangan dulu euforia baru vaksin pertama karena itu baru perkenalan, nanti disuntik vaksin kedua, nah itu baru pengkondisian," tuturnya.


Setelah mendapatkan vaksinasi pertama, Ia berharap para penerima vaksin asal Sinovac ini tetap menjalankan 3M, pakai masker, jaga jarak, serta cuci tangan.


Kang Emil mengatakan bahwa tidak perlu khawatir soal efek samping dari vaksin covid-19. Sebagai relawan uji klinis beberapa bulan lalu, ia memiliki pengalaman valid tentang apa yang ia rasakan.


"Sudah tiga bulan sampai hari ini saya sehat wal afiat. Satu jam setelahnya pegal dan selama 3 hari merasakan kantuk. Efek samping lain seperti demam dan bengkak itu tidak terjadi, pemanjangan alat kelamin juga tidak, hoax yang beredar itu tidak terjadi pada diri saya," jelasnya.


Ia mengaku, istri serta orang tua pun khawatir saat Kang Emil memutuskan menjadi relawan. Hal tersebut dikarenakan kelayakannya yang belum pasti. Namun, sekarang tidak perlu khawatir karena sudah ada kepastian, dengan mengantongi izin BPOM dan halal MUI.


Terkait efikasi yang sedang ramai diperbincangkan, Kang Emil menjelaskan tentang persentase efikasi yang sedikit meresahkan tersebut.


"Jadi efikasi adalah hasil penelitian pada relawan. Efikasi itu bisa beda-beda tergantung situasi dan kondisi relawan. Nah menurut tim ahli jika tes efikasi ini dilakukan di wilayah yang bukan zona merah, pasti hasilnya lebih tinggi, tapi karena efikasinya dilakukan di Kota Banudng jadi efikasi itu fluktuatif, tapi hal ini tidak mengurangi kemanjuran dari vaksinnya. 65,3%," tuturnya.


Keraguan dan kekhawatiran yang dialami masyarakat ini akibat tidak bertanya terlebih dahulu pada ahlinya.


"Dokter memang banyak tapi tidak semua dokter tidak bisa menjawab, kecuali bertanyanya pada dokter ahli vaksin," ucapnya.  


Dia berharap, jika selama 6 bulan berhasil maka harus menaikan jumlah tempat penyuntikan. Karena puskesma dan rumah sakit hanya terdapat 1.100.


"Kalau mau 6 bulan minimal terdapat 3000 lokasi, vaksinator juga harus ditambah," jelasnya. (MSN)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN