INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Kabupaten Garut Jadi Salah Satu Daerah Terburuk Penerapan Prokes di Jabar

21 January, 2021 13:40 WIB | INSPIRA SEHAT

Inspira TV - Kabupaten Garut Jadi Salah Satu Daerah Terburuk Penerapan Prokes di Jabar

Foto : Ilustrasi

GARUT INSPIRA.TV,- Kabupaten Garut menjadi salah satu dari 3 daerah di Provinsi Jawa Barat yang buruk dalam menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman. Tentu saja ini menjadi perhatian semua pihak untuk meningkatkan kepatuhan tersebut.

 

"Kita hasil nomor tiga terburuk dalam menjaga jarak, ini merupakan evaluasi dan masukan, sekaligus juga bagaimana kita dituntut untuk membuat langkah langkah perencanaan agar menjaga jarak ini menjadi yang perlu diperhatikan oleh seluruh masyarakat Garut," kata Helmi Budiman kepada wartawan di Garut, Kamis (21/1/2021).

 

Helmi menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara objektif telah melakukan kajian dan menilai bahwa, Kabupaten Garut masuk sebagai tiga daerah terburuk penerapan protokol kesehatan selain Kota Depok dan Kota Tasikmalaya.

 

Kendati dinilai buruk, namun Helmi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pihak Pemprov Jabar yang secara berkala terus mengevaluasi dan memberikan penilaian ke pemerintah daerah terkait upaya mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19.

 

"Kami ingin menyampaikan bahwa ini hasil evaluasi yang objektif, yang tentunya perlu ditanggapi, bukan hanya oleh pemerintah tapi juga oleh seluruh masyarakat Garut," kata Helmi.

 

Saat ini Pemkab Garut sedang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mengatur tidak boleh ada kerumunan orang, dan membatasi jam operasional usaha. Selain itu, melarang kegiatan resepsi pernikahan yang mengundang banyak orang, untuk mencegah lahirnya klaster baru.

 

"Kita juga di lapangan sudah melakukan hal yang strategis, pertama kita membatasi kegiatan-kegiatan, termasuk pernikahan hanya boleh dilakukan oleh keluarga inti," katanya.

 

Helmi juga menyampaikan upaya penerapan protokol kesehatan sudah seharusnya penggerak utama adalah pemerintah yang selanjutnya dipatuhi oleh semua elemen masyarakat. Aturan yang harus dipatuhi bersama, kata dia, di antaranya selalu menjaga jarak, tidak berkerumun, memakai masker, dan rajin cuci tangan sebagai langkah untuk terhindar dari penularan wabah itu.

 

"Pemerintah motornya, pemerintah penggeraknya, oleh karena itu tetap kami imbau dan dalam semua kesempatan kami sampaikan salah satunya adalah bagaimana kita menjaga jarak," kata pria bergelar dokter itu. (MSN)

 

You can share this post !

BACA JUGA INSPIRA SEHAT LAINNYA

ARTIKEL PILIHAN