INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

6.911 Nakes di Kota Bandung Telah Divaksinasi Covid-19

25 January, 2021 16:22 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - 6.911 Nakes di Kota Bandung Telah Divaksinasi Covid-19

Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

BANDUNG INSPIRA.TV,- ​Sebanyak 6.911 tenaga kesehatan di Kota Bandung telah menerima vaksin hingga Minggu (24/1/2021) kemarin. Jumlah tersebut mendekati 90 persen dari total SDM kesehatan yang telah terdaftar.


“Sudah mencapai sekitar 84.69% sdm kesehatan yang telah divaksinasi sesuai dengan data yang ada pada sistem terkait dengan penerima vaksin yang harus disuntik," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Ahyani Raksanegara, Senin (25/1/2021).

Ahyani mengungkapkan, berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Data Manusia Kesehatan (SISDMK) ada sebanyak 25 ribu SDM kesehatan yang menjadi penerima vaksin. Proses vaksinasi sendiri telah dilaksanakan sejak 14 Januari lalu.

“Sesuai dengan data awal kita menerima 25.000 vaksin untuk dosis pertama dan 25.000 vaksin untuk dosis kedua. Dosis kedua akan diberikan 2 minggu setelah melakukan penyuntikan dosis pertama vaksin” kata Ahyani.

Namun Ahyani mengakui, ada kendala yang dihadapi. Salah satunya perubahan kebijakan Kementerian Kesehatan RI terkait dengan pendaftaran penerima vaksin.

“Perubahan perubahan kebijakan itu berdampak kepada manajemen Dinkes dalam mengelola pemberian vaksin kepada para penerimanya dan juga mempengaruhi proses redistribusi vaksin,” tutur Ahyani.

Awalnya, kata Ahyani, setiap orang yang mendaftarkan dirinya melalui sistem SISDMK akan dilakukan verifikasi data oleh Kemenkes RI. Kemudian calon setiap penerima vaksin akan dapat SMS terkait proses pendaftaran yang telah dilakukan. 

Setelah itu, penerima vaksin akan menerima sms lanjutan tekait untuk pemilihan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan waktu vaksin. Namun, setelah 4 hari vaksinasi berjalan, kebijakan berubah. Kemenkes akan memberikan e-tiket kepada pendaftar yang ada di SISDMK.

“E tiket ini yang nantinya akan diberikan kepada Dinkes sebagai bahan acuam kami untuk lakukan redistribusi kepada Faskes yang ada di Kota Bandung," jelasnya.

"Hal ini juga termasuk kedalam logistik vaksin. Skema ini merubah sistem pendaftarannya. Dulu calon penerima vaksin bisa memilih faskes sendiri, tetapi sekarang diatur oleh Dinkes,” imbuh Ahyani.

Di luar itu, Ahyani mengimbau kepada seluruh SDM kesehatan harus bisa memastikan dirinya sudah terdaftar baik melalui fasilitas kesehatan tempat bekerja maupun pendaftaran pribadi agar dapat dipastikan data sudah masuk ke dalam SISDMK.

“Jika belum terdaftar segera sampaikan kepada Dinkes agar bisa lansung diteruskan kepada Kemenkes paling lambat tanggal 27 januari 2021,” tutur Ahyani.

Ahyani berharap, semua SDM Kesehatan yang telah terdaftar untuk tenang. Karena sudah dipastikan akan mendapatkan vaksin sesuai dengan e-tiket yang telah terbit sebagai rekomendasi pemberian vaksin. (HAP)

You can share this post !

BACA JUGA BERITA INSPIRA LAINNYA

ARTIKEL PILIHAN