INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Hadapi COVID-19, Pemerintah Tambah Nilai BPNT

Abiyu

26 March, 2020 11:16 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Hadapi COVID-19, Pemerintah Tambah Nilai BPNT

SENAYANPOST.COM

JAKARTA INSPIRA.TV-Terkait penanganan pandemi Covid-19, pemerintah menambah nilai Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) menjadi Rp200 ribu per kepala keluarga (KK) penerima manfaat untuk jangka waktu enam bulan.


"Pemerintah sudah mempersiapkan BLT 15,2 juta rumah tangga melalui mekanisme Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Ini akan diberikan insyaallah setiap bulan dan ada penambahan dari jumlah yang lama," kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020). 


Hal ini juga disepakati dalam acara Rapat Persiapan Bantuan Langsung kepada Masyarakat Miskin dan Rentan melalui video konferensi yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin, dan diikuti oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala OJK, Menteri Sosial Juliari Batubara, pada Rabu (24/3) sore kemarin.


Seperti yang diketahui, BPNT merupakan salah satu pengganti program beras sejahtera (rastra) yang diluncurkan pada 2017. Pada 2020, nilainya Rp150 ribu per KK. Bantuan tersebut tidak dapat diambil tunai dan hanya dapat ditukarkan dengan beras dan/atau telur sesuai kebutuhan KPM di e-Warong.


Sementara, BLT (Bantuan Langsung Tunai) adalah program era kepemimpinan Presiden SBY berbentuk pemberian uang tunai kepada masyarakat dalam jangka periode tertentu.


Wapres menyebut bantuan itu dapat dirasakan masyarakat mulai April.  Ma'ruf menambahkan, pemerintah sedang melakukan pendataan jumlah masyarakat miskin dan rentan yang layak menerima bantuan tersebut.


"BLT sudah akan diterapkan mulai April, karena Maret sudah mau berakhir. Kami perkirakan pertama itu tiga bulan, jadi masa pemberian itu tiga bulanan. Kita lihat sesudah tiga bulan nanti bagaimana," jelas dia.


"Sda 15,2 juta fakir miskin yang mendapat bantuan sembako dari semula Januari-Februari [senilai] Rp150 ribu per KK per bulan, ditingkatkan menjadi Rp200 ribu di Maret-Agustus," ujar Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama.


Asep Sasa Purnama mengungkapkan, nilai BPNT dinaikkan sebesar Rp50 ribu dan berlaku untuk enam bulan.Dia menyebut itu terkait dengan pandemi covid-19 yang diperkirakan tak selesai dalam waktu singkat.


"Karena ancaman covid-19 ini dinamis, kemungkinan diperkirakan tidak [selesai] dalam 1-2 bulan, semua pihak harus merapatkan barisan," kata Asep. (MSN)

You can share this post !