INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Video Pemakaman Pasien Positif Corona Meninggal di Sidoarjo Viral, Ini Kata Wabup

Muhammad Kholid

26 March, 2020 11:29 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Video Pemakaman Pasien Positif Corona Meninggal di Sidoarjo Viral, Ini Kata Wabup

Ket. Foto : ISTIMEWA / Video proses pemakaman seorang warga Sedati di Sidoarjo yang dinyatakan positif virus covid-19. Video ini tersebar luas di aplikasi pesan singkat WhatsApp sejak Kamis (26/3/2020) pagi.

SIDOARJO INSPIRA.TV,- Sebuah video amatri berdurasi 2 menit 47 detik, menampakan seorang pria menjelaskan secara detail proses pemakaman seorang warga. Disebutkan lokasinya berada di Tempat Pemakaman Umum Delta Praloyo, Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur.

 

Dalam video tersebut dijelaskan pula, pasien positif Corona meninggal kemarin, Rabu (25/3) sekitar Pukul 19.00 WIB dan dimakamkan pada Kamis (26/3/2020) Pukul 03.30 WIB.  Dalam proses pemakaman, pria itu melaporkan proses pemakaman dipimpin langsung relawan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin, dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

 

“Proses pemakaman ini langsung di pimping Bapak Wakil Bupati Sidoarjo Cak Nur Ahmad Saifuddin mengunakan alat pelindung diri,” kata pria pengambil video tersebut.

 

Pasca viralnya video tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin pun angkat bicara. Dirinya membenarkan jika ada seorang warganya bernama Slamet (57) warga Kecamatan Sedati, Sidoarjo, meninggal dunia akibat positif Corona.

 

“Meninggal di salah satu rumah sakit di Sidoarjo, sebenarnya warga ini ber-KTP Surabaya. Namun tinggal di Kecamatan Sedati Sidoarjo,” jelas Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin, Kamis (26/3/2020).

 

Dirinya mengatakan proses pemakaman tersebut tidak dihadiri oleh pihak keluarga, bahkan sopir rumah sakit tidak berani mengantarkan jenazah ke pemakaman, sehingga menggunakan mobil ambulans dari Dinas Kesehatan Sidoarjo. Tak hanya itu, proses pemakaman cukup terkendala. Karena para penggali liang kubur yang biasanya bekerja di TPU tersebut, menolak untuk menggali tanah dengan alasan mereka takut tertular.

 

"Karena sopir ambulans takut mengantarkan, akhirnya kita ambilkan mobil ambulans dari Dinkes, diambilkan dari mobil ambulans puskesmas. Dalam proses pemakaman tersebut benar saya ikut sebagai relawan ada 6 orang menggunakan pakaian APD," tandasnya. (GGP)

You can share this post !