Inspira TV - Beriklan TV Digital

Beredar Pesan Tentang ‘Puncak Virus Corona 23 Maret Sampai 3 April’ Itu Hoax

Redaksi Inspira.TV

27 March, 2020 21:33 WIB | BERITA INSPIRA

Inspira TV - Beredar Pesan Tentang ‘Puncak Virus Corona 23 Maret Sampai 3 April’ Itu Hoax

Foto : Ilustrasi

BANDUNG INSPIRA.TV,- Tersebar sebuah pesan berantai tentang puncak penyebaran virus Corona atau Covid-19 di aplikasi pesan berantai. Pesan tersebut dipastikan sebagai kabar bohong atau hoaks.

 

Isinya seperti ini :

 

Baru saja mendapat info ini:

 

Mulai besok, jangan keluar rumah mencari makanan atau untuk apa pun, karena hal yang terburuk dimulai, tanggal inkubasi telah tiba dan banyak yg terinfeksi positif akan menunjukkan gejalanya dan banyak orang bisa tertular, jadi sangat penting untuk tetap di rumah dan tidak berhubungan dengan  tidak bertemu orang lain, sangat berhati-hati adalah sangat penting.

 

Dari 23 Maret hingga 3 April kita harus menjaga diri kita sendiri, karena kita akan berada di puncak penyebaran virus dalam dua minggu, biasanya dalam dua minggu itu semua yang terinfeksi akan muncul kemudian ada dua minggu tenang dan kemudian dua minggu lagi mulai berkurang.

 

  * Apa yang terjadi di Italia adalah bahwa siklus ini diabaikan pada musim penularan dan itulah mengapa semua kasus bercampur menjadi satu *.

 

*Dan akhirnya, jangan menerima kunjungan dari siapa pun, bahkan dari keluarga yang sama.  Ini semua untuk kebaikan semua.  *

 

KITA AKAN BERADA DI TINGKAT INFEKSI MAKSIMUM.

 

-*JANGAN ABAIKAN PESAN INI, BAGIKAN KE SEMUA KONTAK ANDA *

 

Hal itu dipastikan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

 

Dinyatakan Yuri, pesan berantai yang menyebut tanggal 23 Maret hingga 3 April sebagai puncak penyebaran virus Corona itu, sebagai kabar yang tidak masuk akal.

 

 

“Secara ilmu, pesan berantai ini tidak tertakar nalar. Masa iya sebuah virus sepakat untuk masuk bersama-sama pada tanggal yang sama,” ujarnya dalam sebuah siaran, Jumat (27/3/2020). 

 

 

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya begitu saja dengan kabar yang asal-usul dan sumber yang jelas. Pasalnya selama masa pencegahan virus Corona, informasi hoaks kian merajalela.

 

“Kalau ada kabar-kabar yang tidak jelas, jangan percaya. Langsung konfirmasi ke 119, ke Halo Kemkes, dan layanan online lainnya yang terpercaya,” pungkas Yuri. (MSN)

You can share this post !

ARTIKEL PILIHAN