INSPIRA PROGRAM LIVE TV
Inspira TV - Beriklan TV Digital

Ingin Punya Smartwatch? Kenali Dulu Bahaya Smartwatch untuk Kehidupan Sehari-hari

Redaksi Inspira TV

23 January, 2020 17:29 WIB | INSPIRA TEKNO

Inspira TV - Ingin Punya Smartwatch? Kenali Dulu Bahaya Smartwatch untuk Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi Google.com

INSPIRA.TV,- Kemajuan zaman membuat teknologi saat ini terus mengalami perkembangan. Bukan hanya soal perangkat pada computer dan telepon genggam saja yang memiliki sebutan smart, jam tangan pintar (smartwatch) pun kini sudah banyak digunakan oleh masyarakat umum.


Smartwatch dapat melakukan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. mulai dari pelacakan detak jantung sampai membuat panggilan telepon dan pada saat yang bersamaan menunjukkan fungsi waktu.


Dari kecanggihan tersebut, apakah kalian mengetahui bahwa smartwatch juga dapat digunakan untuk mengenali apa yang sedang pemilik kerjakan?


Dikutip dari laman Liputan6.com, perangkat pakai (wearable device) seperti pelacak kesehatan (fitness tracker) dan smartwatch, dari sejak awal memang telah memunculkan

suatu kekhawatiran dari sisi keamanan. Hal ini disebabkan oleh data yang mereka kumpulkan dan transfer ke cloud, yang kemungkinan bisa berakhir di tangan yang salah atau dijual kepada penawar tertinggi.


Vendor fitness tracker melakukan segala cara untuk meyakinkan para pengguna bahwa data-data mereka aman. Namun pada saat yang sama mereka juga menjual gelang pintar ini secara massal kepada perusahaan.


Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan perangkat yang dapat dikenakan ini untuk melacak kesehatan para karyawan mereka, yang pasti hal ini bukanlah cara yang baik untuk menangani data-data pribadi para karyawan.


Ketika Roman Unuchek, ‎Senior Malware Analyst dari Kaspersky Lab menemukan bahwa hal yang sangat mudah untuk menghubungkan smartphone ke hampir semua fitness tracker, yang juga terhubung ke perangkat lainnya, maka ia menyimpulkan penelitiannya dengan sebuah catatan yang relatif positif.


“Dengan meretas gelang kesehatan milik saya, para penjahat siber tidak bisa mendapatkan akses ke semua data pengguna dikarenakan data-data ini tidak disimpan di gelang kesehatan ataupun di smartphone - aplikasi resmi secara teratur mengirimkan informasi dari gelang kesehatan ke cloud," kata Unuchek melalui keterangan resminya. 


Seorang mahasiswa di IT University of Copenhagen, Tony Beltramelli, dirinya menunjukkan jika penjahat siber tidak memerlukan data-data tersebut untuk meretas wearable device milik pengguna.


Ia menunjukkan bahwa setelah memperoleh akses ke smartwatch, seseorang dapat mengamati gerak tubuh dari pemilik perangkat dan melakukan metode reverse-engineer ke dalam simbol-simbol yang akan mereka ketik pada keypad numerik.


Penilitian ini menunjukkan bahwa seseorang bisa menggunakan smartwatch yang telah diretas untuk mempelajari apa yang diketik di numpad. Dan hal ini dipastikan berakibat buruk bagi pengguna. Bisa saja numpad ini menjadi PIN-pad di ATM. Bahkan perangkat pembaca kartu di toko, dan sekarang penjahat siber tersebut mengetahui kode PIN dari kartu kredit Anda.(INSPIRA TV)

You can share this post !

BACA JUGA INSPIRA TEKNO LAINNYA

ARTIKEL PILIHAN